Friday, August 3, 2012

SEJARAH BERDIRINYA KABUPATEN KEPULAUAN SULA

 

Sejarah

MASA KERAJAAN
Sebelum kerajaan ternate menduduki Sula sitem pemerintahannya berbentuk kesatuan sosial yang bersifat organisasi masyarakat desa, dengan kepala pemerintahannya bergelar kepala soa dan sekaligus merupakan panglima perang.
Sula sendiri adalah nama yang berikan oleh sultan Babullah yang berarti menara atau tiang panjang , setelah melihat kondisi kepulauan yang datar atau rata. Penamaan ini pertama kali dilakukan saat ekspansi kekuasaan Sultan Ternate yang terjadi hingga kepulauan sula 1575. Di bawah kepemimpinan Sultan Babullah ekspansi ini juga menjadikan sistem pemerintahan di Kepulauan Sula mengalami perunbahan. Kepulauan Sula kemudian di pimpin oleh seorang Salahakan, dimana menjalankan pemerintahan dibantu oleh Sangaji-Sangaji dari 4 (empat) yalai terbesar di sula . Baik salahkan maupun Sangaji – Sangji semuanya dipilih dan diangkat atas prsetujuan Sultan. Ke-4 Suku yafai yaitu Yafai Fatce ,Yafai Fagudu ,Yafai Faahu dan Yafai Mangon .Yafai Fatce menempati wilayah barat pulau Sula Besi , bagian selatan di tempati Yafai Fagud dan bagian utara oleh Yafai Faahu. Sedangkan diBagian timur ditempati Yafai Mangon. Pada wilayah-wilaya ini mereka hidup berpencar Dan di pegunungan maupan di pesisir pantai dengan beberapa keluarga berdasar kepala soa-soa tertentu. Mereka kemudian dikenal dengan nama Matapia sua atau orang sula yang didalamnya termasuk masarakat fogi, yang waktu itu masi mendiami daerah pegunungan.

KOLONIAL BELANDA
Masuknya belanda pada tahun 1909, maka kepulauan Sula dijadikan Order Afdeeing dengan kepala pemerintahannya disebut Controler dan berkedudukan di Sanana. Berdirinya Onder Afdeeling dengan sendirinya mengahiri kekuasaan salahaka beserta Sangaji-Sangaji. Belanda kemudian membangun distrik-distrik yang diantaranya distrik Sanana, distrik Pas Ipa, distrik Kawalo, sedangkan fogi masuk kedalam distrik Sanana.
Guna menghindari perpecahan di tengah masyarakat akibat politik devide et impers yang sering diterapkan oleh Belanda. Maka timbullah keinginan untuk menyatukan diri dalam satu kesatuan wilayah. Melalui masyarakat, kepala-kepala sukunya tahun 1911 dan menyampaikan kepada Sultan dan Controller Belanda, maka disepakati bahwa kesatuan wilayah yafai-yafai tersebut di akui dan diberikan status hukum (semacam desa) sebagai suatu kesatuan masyarakat hukum adat.

PERJUANGAN MASYARAKAT SULA DAN HPMS DARI MASA KE MASA
Setelah kemerdekaan pemerintahan Indonesia kemudian merubah distrik-distrik tersebut menjadi kecamatan yaitu Kecamatan Sanana, Kecamatan Taliabu timur, dan Kecamatan Taliabu Barat. Yafai Fogi sandiri masuk kedalam wilayah Kecamatan Sanana setelah penduduknya pindah dari daerah pegunungan kedaerah pesisir pada tahun 1946. Proses yang panjang dan melelahkan menyertai pembentukan Kabupaten Kepulauan Sula berawal dari diutusnya dua orang putra sula yakni; H. Adam Yoisangadji (Alm) dan Yusuf Mayau (Alm) guna menghadap dan meminta presiden sukarno untuk dapat berkunjung ke kepulauan sula, setelah dalam kunjungan sebelumnya di tahun 1954 ke kabupaten Maluku utara hanya pulau Sula yang tidak dikujungi oleh Presiden Sukarno namun Presiden Sukarno berhalangan dan mengutu Wakil Presiden Drs. Muhammad Hatta ke Kepulauan Sula.
Saat Indonesia dalam kondisi tidak menentu tahun 1957 akibat pemberontakan di sana-sini guna memerdekakan diri dari republic. Masyarakat Maluku Utara tetap menuntut adanya pembentukan Maluku Utara menjadi daerah tingkat I beserta daerah-daerah tingkat I lainnya di Maluku Utara termasuk Kepulauan Sula perjuangan yang juga membutuhkan pengorbanan ini dimana tokoh politik dan aktivis pemekaran harus rela ditangkap dan diasingkan dipulau Nusakembangan. Peristiwa ini juga menyebabkan putusnya hubungan antara Sanana dengan Makasar yang merupakan pusat pergerkan dan perjuangan dari masyarakat kepulauan sula.
Menyikapi kondisi tersebut dibutuhkan sebuah wadah untuk tetap dapat terus memperjuangkan aspirasi masyarakat kabupaten kepulauan sula. Pada tanggal 29 september 1959 dikota Makassar lahirlah sebuah organisasi yakni Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang di lakukan sebelumnya tanggal 15 september 1959 ikatan keluarga sula bersama beberapa pelajar dan mahasiswa sebagai elemen dalam pergerakan. Bukanlah sesuatu tanpa alasan. Pelajar dan mahasiswa dimassa itu dipandang masih mampu menjaga kemurnian gerakan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat Sula.
Keseriusan perjuangan masyarakat Sula dapat terliat jelas ketika pembangunan 15 rumah yang diperuntukan untuk pegawai. Yang kini dikenal dengan komplek perumahan daerah di Sanana. Pembangunan ini secara politis guna mendukung kebijakan pemekaran Maluku Utara dimana didalamnya Kepulauan Sula termasuk rancangan pemekaran dengan tingkat II Maluku Utara yang tertuang dalam SK Gubernur Maluku tanggal 6 Desember 1966. No; Des 15/3/66
Meskipun selalu kandas momentum-momentum perjuangan masyarakat Sula terus berlanjut diantaranya: pertama saat diadakan resolusi rakyat Kepulauan Sula tanggal 28 Desember 1971 yang memberi mandat kepada HPMS untuk menindaklanjuti resulusi tuntutan pembentukan Kabupaten Kepulauan Sula. kedua saat Bupati Maluku Utara Abbdullah Assagaf bersama DPRD Maluku Utara mengajukan proposal ke Gubernur Maluku mengenai rencana pemekaran kabupaten termasuk di antaranya Kabupaten Kepulauan Sula
Melalui rekomendasi yang dikeluarkan DPRD Kabupaten Maluku Utara dan DPRD provinsi Maluku Utara dan pembahasan yang di lakukan hngga di tingkat komisi II DPR RI. Maka akhirnya melalui sidang paripurna DPR RI tanggal 27 Januari 2003, DPR RI mengesahkan undang-undang pembentukan 25 kabupaten kota di 10 provinsi termasuk termasuk didalamnya Kabupaten Kepulauan Sula.



Arti Logo


PENJELASAN LAMBANG
Lambang Daerah Kabupaten Kepulauan Sula bernama “Juanga” yang diambil dari nama perahu budaya yang dipercayai masyarakat Kepulauan Sula sejak dahulu kala, sebagai transportasi antar pulau, armada perang melawan penjajah maupun pengamanan territorial, serta di pergunaan ntuk menyerahkan upeti kepada kesultanan ternare sebagai salah satu wujud kepatuhan terhadap wilayah hukum adat.
LAMBANG
1. Lambang daerah berbentuk jantung manusia mengandung makna, apabila daerah kabupaten kepulauan sula itu seumpama tubuh manusia, maka logo inilah jantungnya yang merupakan suatu alat vital dimana senantiasa memompakan darah keseluruh tubuh jasmani itu bisa hidup selama nyawa masih ada dikandung badan.
2. Lambang daerah dengan garis tepi berwarna merah sebagai perlindungan yaitu sama-sama mempertahankan kabupaten kepulauan sula dari berbagai ancaman, baik yang datang dari luar maupun yang dari dalam serta refleksi terhadap kemandirian daerah dan bangsa, sebagai jiwa nasional, cinta tanah air dan rasa kebangsaan yang kokoh.
3. Didalam bingkai bersudut lima terdapat:
a. Sebuah bintang berwarna kuning emas.
b. Tiga puluh satu helai daun kelapa berwarna kuning, pada sisi kiri dan kanan lambang.
c. Tiga buah pulau berwarna coklat dan hijau
d. Satu buah perahu berwarna coklat hitam, dan tiga buah dayung berwarna hitam putih
e. Tali berbentuk lingkaran berwarna merah dan putih
f. Lima buah gelombang berpuncak lima berwarna putih pada bagian bawah perahu
g. Tulisan “DAD HIA TED SUA” berwarna hitam pada pita berwarna kuning dan merah.
h. Angka 2003 pada bagian bawah tulisan DAD HIA TED SUA.

ARTI DAN MAKNA
1. Bintang berwarna kuning emas melambangkan sila pertama dari Pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, bermakna ketuhanan yang maha esa, maha suci, yang telah melimpahkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup umat manusia, yang merupakan gambaran bahwa masyarakat kabupaten kepulauan sula juga percaya dan beriman kepada tuhan yang maha esa yang tercermin dalam kehidupan bermasyarakat yang dilandasi dengan penghayatan dan pengamalan ajaran agama.
2. Tiga puluh satu helai kelapa berwana kuning pada sisi kiri dan kanan lambang, bermakna kelapa merupakan komoditi umum serta merupakan salah satu sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kabupaten kepulaua sula. Angka 31 melambangkan tanggal peresmian kabupaten kepulauan sula.
3. Tiga puluh berwarna coklat dan hijau bermakna Kepulauan Sula terdiri dari 3 pulau besar yaitu Mangoli, Taliabu dan Sulabesi merupakan suatu Kesatuan Wilayah, budaya, dan adat yang dilandasi dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, sepakat bersatu dengan hati yang suci dan ikhlas merupakan modal utama masyarakat Kepulauan Sula menjadi daerah yang makmur dan sejahtera, serta sebuah daerah yang subur dan damai dilandasi dengan sikap religius.
4. Perahu berwarna coklat dan hitam serta tiga buah dayung berwarna hitam putih, bermakna kekuatan masyarakat Kepulauan Sula dijiwai rasa kebersamaan, berani mengarungi bahtera kehidupan tetapi tetap waspada terhadap segala bentuk ancaman dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam serta selalu tegas dalam mempertahankan keutuhan Kabupaten Kepulauan Sula, dengan senantiasa mengharapkan Keridhaan Allah SWT.
5. Bintang Cakrawala biru muda dan biru tua, pada garis batasnya terletak 3 pulau mempunyai makna letak geografis Kepulauan Sula dari Tanjung Waka hingga Tanjung Lifmatola, dihubungkan oleh laut dengan segala potensinya, yang walaupun terpisah pulau namun keteguhan hati, kesabaran serta kearifan masyarakat tetap bersatu dalam bingkai DAD HIA TED SUA.
6. Tali berbentuk lingkaran berwarna merah dan putih melambangkan persatuan, bermakna sebagai suatu kekuatan moral bagi masyarakat yang berdomisili di kabupaten Kepulauan Sula yang walaupun berbeda-beda Agama, Adat Istiadat, Suku, namun atas dasar persaudaraan dan kekeluargaan mereka dapat bersatu dan berjuang bersama-sama membangun negeri ini untuk menggapai masa depan yang lebih baik yang dicita-citakan.
7. Lima gelombang berwarna putih dibawah perahu Juanga bermakna bahwa dalam memperjuangkan pemekaran Kabupaten Kepulauan Sula selama ini dan langkah kehidupan kita kedepan sudah tentu mengalami berbagai halangan, hambatan, cobaan, tantangan dan godaan, namun Alhamdulillah dikabulkan oleh Allah SWT, sehingga sukseslah menjadi Kabupaten Kepulauan Sula yang peresmiannya pada bulan ke 5 tahun 2003.
8. Tulisan DAD HIA TED SUA berwarna hitam dari bahasa Sula yang berarti “Bersatu Angkat Sula”, umumnya telah dipahami oleh masyarakat yang merupakan motto lambang Daerah bermakna keutuhan masyarakat Kepulauan Sula sejak dahulu kala dijiwai rasa persatuan, kebersamaan, gotong royong dalam suatu bahtera kehidupan dengan hati suci dan ikhlas serta rela berkorban untuk kepentingan bersama walaupun berbeda Agama, Adat Istiadat, Suku dan lain-lain sehingga seberat apapun tantangan yang dihadapi akan menjadi ringan.
9. Angka 2003 yang terletak dibawah tulisan DAD HIA TED SUA bermakna tahun lahirnya kabupaten Kepulauan Sula.

LAMBANG
Lambang Daerah memantulkan berbagai jalinan warna yang serasi dengan maknanya :
1. Kuning bermakna kemakmuran, kesejahteraan, dan kematangan.
2. Coklat bermakna ketegasan.
3. Putih bermakna kesucian, keikhlasan dan kerelaan.
4. Hijau bermakna kesuburan, kedamaian dan kerelaan.
5. Merah bermakna keberanian.
6. Hitam bermakna kewaspadaan, kekuatan dan ketegasan.

sumber: http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/82/name/maluku-utara/detail/8205/kepulauan-sula

Friday, February 3, 2012

"terjebak dengan palestina"

Ufuk bersemburat merah, petang tinggal beberapa menit menyerahkan tongkat hari ke tangan maghrib, sepasang kelelawar bergandeng terbang dengan ikhtiar mencari buah-buahan. Lantunan azan Bergema di menara-menara kota, kesibukkan orang-orang dengan kerapian menuju Rumah Allah nan Agung itu, Hal serupa pun terjadi di kampus ternama itu. Aktivis Dakwah Kampus dengan ciri khas mereka (celana kain dan Baju koko), berbondong-bondong keluar dari sekret menuju masjid yang penuh mubarakoh. Namun dari kejauhan separoh Aktivis Dakwah sudah berada di teras masjid.
 ###
           Ospek baru berakhir kemarin, masih terasa letih seluruh jiwaku, bahkan inflensa dan batuk pun hadir juga menemaniku, jasadku merasa ada orang yang sedang menusuk dengan jarum, mungkin karena aku baru selesai di godok oleh senior-senior pada saat Ospek. Aku mempercepat langkahku, karena azan hampir selesai. 
###
           “Assalmua’alaikum warahmatullah….. Assalamu’alaikum warahmatullah…..” salam dari imam yang memimpin shalat pada saat itu. Sejurus kemudian selesai shalat berjamaah mereka bergegas mengambil mushaf masing-masing dan membacanya, aku duduk termenung dan hanya bisa melihat bibir mereka bergetar lirih melantunkan ayat-ayat Alqur’an. disudut kanan masjid terlihat juga salah satu pemuda, nampaknya dia juga MAHARU (mahasiswa baru), hal serupa pun yang dia lakukan yaitu hanya bisa duduk dan memasang kuping mendengar lantunan ayat-ayat Allah dari para Aktivis Dakwah. Aku berdiri dan merapat ke pemuda itu. 
         “ kamu mahasiswa baru yah..?” tanyaku. “iya saya Mahasiswa baru. Lalu kamu??” pemuda tersebut kembali bertanya kepadaku. “ saya juga mahasiswa baru. Ngomong-ngomong nama kamu siapa Fakultas apa dan prodi apa???” aku kembali bertanya penasaran. “oh.. saya Surandi tapi teman-teman biasanya menyapa saya dengan Andi. Fakultas Ekonomi, prodi Akutansi. Kalau gitu nama kamu siapa?”.” Kalau saya Farit tapi biasanya dipanggil Ari”. Terjadi perbincangan yang cukup lama antara Farit dan Surandi. 
             Nampaknya para Aktivis Dakwah sudah selesai tilawah dan mereka keluar dan duduk di teras masjid. Aku dan Andi pun bergegas keluar dan duduk bersama para aktivis Dakwah. Satu persatu para aktivis dakwah memberikan tangan untuk berkenalan dengan kami berdua pada saat itu. yang aku kenal barulah Ka Ato. Ka Ato ini adalah seniorku di Fisika. Dialah yang selalu menyelamatiku dari senior-seniorku yang ganas pada waktu OSPEK. “ besok ini sasaran kita mulai dari mana??” (pembicaraan mereka), nampaknya mereka lagi mensetting sesuatu (gumamku dalam hati),” isu yang ada skarang lagi hangat-hangatnya karena hamper di seluruh stasiu tv berita utamanya mengenai palestina” ungkap salah satu dari kakak-kakak. 

            Ternyata dugaanku benar yaitu mereka lagi mensetting sesuatu yaitu terkait dengan palestina, aku menjadi heran kenapa yah.. palestina yang menjadi isu hebat, sebenarnya apa sih keistimewaan palestina?. saat itu di media cetak maupun elektronik kabar dari dunia Islam di palestina negeri para al Anbiya saudara-saudara kita kembali di serang oleh zionis Israel. Sejurus kemudian aku dan andi pun pamit untuk pulang. Rasa penasaran mulai terpancar di wajahku, “eh.. andi tadi kamu dengarkan apa yang dibicarakan oleh kakak-kakak tadi??” iya aku dengar, mereka membicarakan mengenai palestina, emangnya kenapa?? Wajah kamu nampak penasaran aja sih..!!”iya aku pensaran kok malah palestina yang dimikirin sih, padahal kan masalah di negeri saja belum selesai, korupsi dimana-mana, angka kemiskinan semakin bertambah, mafia-mafia di bidang hukum semakin berani menunjukkan kesalahannya, waduh.. waduh.. waduh. Ada-ada saja mereka ini malah mikirin negara lain”. “Iya yah.. kamu benar juga Ari. Rentetan permasalahan yang terjadi di negeri ini saja tak terselesaikan kok mereka malah mikirin palestina” dengan wajah heran. 
               Lampu-lampu jalan menerangi ruas kota, kendaraan roda dua dan empat berlalulalang. Ari dan Andi yang berjalan bersama-sama sambil membicarakan mengenai topik pembicaraan di masjid kampus tadi belum usai. Di depan sudah terlihat sebuah rumah yang sangat mewah. Ari yang tinggal di kos-kosan di belakang sebuah rumah mewah di komplex tersebut. “eh aku duluan yah… sampai ketemu besok di kampus ” tutur Ari sambil jabat tangan. “ pesona mentari di pagi itu Nampak indah, memberikan peluang buat para ojeg untuk mencari uang setorannya, karena tidak seperti biasanya jalan-jalan selalu di borong oleh air hujan. Namun cuaca yang indah berbeda dengan di kampus Ari, kabut hitam menutupi area kampus. Ari pun berjalan memasuki areal ke kampus. Ternyata kabut hitam itu adalah kabut hasil dari pembakaran ban bekas dari sekelompok mahasiswa yang melakukan aksi mengenai permasalahan yang terjadi di birokrat. Aku yang waktu itu masih hijau tentunya terpengaruh juga dengan isu yang di angkat oleh kakak-kakak senior mereka yaitu mengenai fasilitas kampus seperti perpustakaan, internet hingga ingin menurunkan salah satu pimpinan fakultas. 
         “hmm… benar-benar berani yah mereka ini” gumamku dalam hati. Rasa penasaran aku mengenai pembicaraan K’ato dan teman-temannya itu, membuat Aku bergegas dan ingin menemui k’ato untuk menanyakan kenapa kakak-kakak aktivis dakwah begitu care dengan palestina. Aku pun berjalan meninggalkan tempat aksi. Di kejauhan seorang mahasiswa begitu rapi dengan batik dan celana kain warna hitam duduk di pendopo sambil membaca buku begitu serius. Nampaknya itu k,ato. Aku pun mendekati seniorku itu. 
          “Asslamu’alaikum” “Walaikumsalam eh… ari gimana kabar??? (sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan). “Alhamdulillah baik kak…! Kak sendiri gimana kabarnya??” “yah.. seperti yang ari lihat hari ini, masih tetap segar” “Eh, kak.. aku sih sebenarnya mau nanya sesuatu ke kakak” Tanya ku. “iya mau nanya apa silahkan di Tanya.. kalau kakak bisa jawab insya Alloh kakak akan jawab, tetapi kalau tidak kita sama-sama nyari jawabannya”. “tapi ini bukan mengenai perkuliahan. Tidak apa-apa kan?”. “iya Tanya aja.. buat kakak penasaran aja nih.. ??” “begini kak.. semalam waktu selesai shalat maghrib, aku sempat mendengar pembicaraan kakak dan teman-teman kakak di teras masjid yang isi pembicaraannya mengenai palestina yang begitu serius, yaitu terkait dengan penggalangan dana, membuat spanduk save palestina dan pokoknya banyak banget deh… yang kakak membicarakan tentang palestina, sebenarnya kenapa sih sehingga di kakak dan teman-teman kakak yang tergabung di organisasi UKM Kerohanian Islam atau yang masyarakat kampus sering sebut namanya LDK kenapa saking pedulinya terhadap palestina??? Sedangkan permasalahan di Negara kita saja begitu banyak, 1 masalah selesai tumbuh lagi seribu masalah”. Kenapa kak? “oh… mengenai itu, begini Ari kenapa kita begitu peduli terhadap palestina. 
              Pertama, Undang-Undang Dasar 1945 telah tercantum bahwa penjajahan di atas dunia harus di hapuskan, nah masalah yang terjadi di palestina sana mereka di jajah oleh zionis Israel. Kedua, kata Rasullah saw, kita umat islam ini di ibaratkan seperti satu tubuh apabila yang lain sakit maka yang lain merasakannya, di palestina sana yang saat ini dibantai adalah saudara-saudara kita, dipandang bulu apakah anak-anak atau pun para wanita, tentara zionis Israel sapu rata. ketiga, di palestina sana terdapat masjid Al Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat islam yang saat ini ingin dirobohkan oleh zionis israel, keempat, hak-hak warga palestina di rampas secara paksa oleh orang Israel, tanah mereka di ambil dan kemudian di bangun rumah secara illegal, jika warga melakukan perlawanan yaitu hanyalah dengan menggunakan batu, namun yang lebih sadisnya lagi yang melakukan perlawanan itu bukan saja orang dewasa melainkan juga anak-anak yang masih sangat dini, namun subhanallah sekali mental mereka seperti baja demi melindungi masjid Al Aqsa dan tanah milik mereka, hal ini bukan baru terjadi pada tahun 2009 ini melainkan sudah berpuluh-puluh tahun yaitu sejak deklarasinya berdiri Negara Israel di palestina pada tahun 1948, ini juga merupakan perang dan konspirasi paling lama terhadap suatu wilayah atau Negara di abad modern ini” 
          “begitulah ari kenapa kita begitu peduli terhadap palestina orang di luar islam saja peduli apalagi kita yang selaku orang islam. hanya orang-orang yang tidak mempunyai hatilah yang merasa tidak peduli terhadap permasalahan ini, tapi kita tentunya berpikir positif saja saudara-saudara kita yang kurang peduli terhadap hal ini.” Dan perlu ari tahu bahwa sebetulnya kakak dan teman-teman kakak di LDK juga sangat peduli terhadap negeri ini, misalnya masalah mengenai korupsi dan lain-lain sebagainya. Ari mengangguk-ngangguk kepala ketika penjelasan yang di sampaikan oleh K.ato. 
          “ oh… begitu yah… aku baru tahu ini nih kak… makasih banyak yah kak, pantasan aja yah.. kakak-kakak begitu serius dengan masalah ini, dan bahkan saya sempat dengar semalam cita-cita kakak dan teman-teman kakak ingin mengumpulkan dana sebesar 1 Miliar untuk warga palestina, Subnallah yah..” “ iya ari insya Alloh mohon do’anya, sehingga bisa terkumpul, karena yang ingin kumpul ini bukan hanya kakak dan teman-teman kakak di kampus ini melainkan di seluruh Indonesia mempunyai cita-cita yang sama dengan niat hanya semata-mata kepada Allah SWT.” 
       “Oh.. iya kak saya ada mau masuk kuliah, sampai ketemu yah kak..” Aku pun berjalan meninggalkan k.ato dan menuju ruang kuliah aku di sebelah selatan. Rasa penasaranku telah hilang, setelah di jelaskan dengan lugas dan jelas oleh k.ato mengenai keistimewaan palestina. Disaat itulah aku mulai tertarik dengan UKM Kerohanian Islam, akhirnya akupun memutuskan untuk bergabung dengan mereka. Palestinalah yang mengantarkanku ke jalan yang tidak semua orang mampu melaluinya itu. Aku sungguh terjebak dengan Palestina.

Saturday, January 14, 2012

Senja Di Pelabuhan kecil

Samudra biru kian meluas.. 
Mengililingi pulau-pulau 
Dari kejauhan bahtera dengan kemegahannya membelah laut.. 
Aku duduk di pelabuhan kecil Menikmati indahnya senja.. 
Mentari sesaat lagi masuk ke perut bumi.. 
Desir ombak dilaut memecahkan suasana senja.. 
Angin sepoi-sepoi menyapaku.. 
Tampak tegar aku di pelabuhan kecil.. 
Puing-puing meramaikan laut… 
Nyiur melambai-lambai Pasir putih di seberang sana.. 
Tongkat hari sebentar lagi di berikan kepada tangan maghrib..  
Mengenangmu di pelabuhan kecil..

Sunday, January 1, 2012

KEPRIBADIAN BARU


Gamalama kota baru, buang lama ganti baru. Suatu istilah yang karap kita dengar ungkapan yang perlu ada di hati-hati kita, sebuah kalimat yang sangat sederhana tapi sangat bermakna, bila kita mencermati secara mendalam. Yang dimaksud dengan buang lama ganti baru ini bukan berarti semua tindakan yang kita lakukan yang dapat menyenangkan orang banyak kita ganti dengan membuat orang banyak tidak menyukai kita akan tetapi yang dimaksud disini yaitu tindakan-tindakan atau sifat-sifat yang dapat membuat orang lain tidak senang atau dapat menyakiti hati mereka kita rubah secara perlahan-lahan, kita perbaiki sedikit demi sedikit hingga hingga perubahan itu muncul dengan sendirinya. Dan bila tindakan kita itu sudah baik maka kita harus lebih baik lagi sehingga ada warna tersendiri dalam pribadi kita bila orang lain melihatnya. 
Dari waktu ke waktu, episode ke episode sama sekali tidak ada perubahan di dalam diri kita berarti kita adalah orang yang rugi, kita adalah orang yang terbelakangi karena kesempatan kita terbuang percuma-percuma, peluang kita di sia-siakan. Sama halnya dengan kita membuang garam di laut Untuk menjadi kepribadian yang baru tidak lah muda seperti membolak-balik telapak tangan, akan tetapi kita harus ketahui langkah-langkah untuk menjadi pribadi yang baru. Ini mungkin menurut penulis secara pribadi 
Pertama, kita harus bermuhasabah, mengevaluasi diri kita, melihat kebelakang. Waktu kemarin apa yang masih kurang pada diri kita, dengan cara belajar untuk mendengar dalam artian menyuruh orang untuk menilai diri kita, menerima kritikan-kritikan yang bersifat membangun bukan malah mematikan karakter kita dan bila itu mematikan karakter kita jangan kita terima tetapi kita sampingkan saja agar kita tidak terobsesi. Kedua, mempunyai komitmen yang perlu di tanam dijiwa-jiwa kita, cita-cita ingin melakukan perubahan dalam diri kita, sehingga dapat membakar semangat kita agar`kepribadian baru itu bisa muncul, bisa terlihat di wajah kita sehingga kita tampil dengan warna baru. Ketiga, kita harus berusaha semampu tenaga kita, “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan, yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (Q.S Ar Ra’ad 11). bila tidak berubah secara kolektif paling tidak sedikit agar kita tidak menjadi orang-orang yang rugi. Semoga di tahun baru 2012 kita jadikan ajang untuk membenahi diri kita, bukan malah merusak kembali diri kita.

Thursday, November 10, 2011

PAHLAWAN KAMPUS

Sejenak melihat kembali kisah-kisah para pahlawan terdahulu pada jaman sebelum masehi sampai pada jaman masehi, dari ufuk timur sampai ufuk barat, dari dunia dongeng sampai dunia nyata. Misalnya pada jaman sebelum masehi ada sang pencari tuhan Nabi Ibrahim As , pada jaman Masehi ada Rasulullah Muhammad saw dengan kenabian dan kepemimpinannya. Dari timur ada kisah Pandawa Lima dari Mahabrata, dari dunia barat seperti Mitos Hercules, dari dunia Indonesia dengan kisah kepiawaian Sukarno cs dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kisah antar perebutan Bola Naga antara Sun Goku dan Raja Piccolo, atau dongeng yang sangat membumi saat ini yaitu Harry Potter. Maka kita akan menarik kesimpulan dari cerita-cerita itu. 
Kesamaan itu terletak pada perjalanan hidup para pahlawan tersebut yang oleh pakar mitologi Joseph Campbell disebut dengan Hero’s Journey. Joseph Campbell menyebutkan bahwa setiap pahlawan akan melewati enam tahapan penting dalam perjalanan hidupnya : innocence, the call to adventure, initiation, allies, breakthrough, dan celebration. Pada tahap innocence, mereka adalah orang-orang yang sama seperti orang biasa lainnya. Namun realita dan tantangan zaman yang ada, memanggil mereka (the call to adventure) yang tidak bisa mereka tolak. Pada tahap selanjutnya (initiation) mereka harus mengalami pergolakan dan permasalahan yang tidak mereka dapatkan ketika mereka menjadi manusia biasa. Untuk mengatasi hal itu, mereka akan mencari teman-teman (allies) untuk membantunya yang akhirnya membawa mereka semua mencapai sebuah capaian baru (breakthrough) dan keberhasilan menyelesaikan realita dan tantangan di zamannya itu (celebration). Dalam konteks dunia kampus pun, semua mahasiswa/i bisa menjadi seorang pahlawan. Mungkin pada awalnya kita adalah orang yang sama saja dengan orang lain, hidup tenang-tenang saja mengikuti arus (innocence) karena tujuan kita datang kekampus yaitu hanyalah kuliah tidak yang lain, sejalan dengan berjalannya waktu kita di kampus ada permasalahan yang terjadi sehingga dengan sendirinya kita merasa terpanggil (the call to adventure) untuk memberantas sesuatu yang salah itu. Ketika kita memulai, maka disanalah kita wajib menghadapi cobaan dan rintangan yang berat untuk menghadapi permasalahan itu (initiation). 
Terkadang kita harus siap dianggap aneh/asing oleh orang lain dan bahkan kita harus siap dengan pundak yang kuat karena beban yang harus kita emban akan terus memberat sepanjang kita mencoba melakukan tugas mulia itu. Pada tahap inilah banyak dari para calon pahlawan yang gugur dan menjadi orang yang biasa kembali. Maka untuk mengatasi hal itu, kita harus berusaha mencapai tahap selanjutnya, yaitu mencari teman-teman (jamaah/allies) yang punya hasrat yang sama seperti kita untuk memperbaiki kesalahan di kampus kita. Cita-cita kita tidak akan pernah tercapai kalau kita hanya berjuang seorang diri, sebagaimana yang dikatakan oleh Solikhin dalam bukunya The Way To Win bahwa orang sukses dalam berjuang harus membutuhkan lima tangan yaitu tanTangan, usaha Tangan, campur Tangan, garis Tangan dan Buah Tangan, dari kelima tangan yang dimaksudkan oleh Solikhin disini yaitu campur Tangan. Nabi Muhammad saja membutuhkan para sahabat-sahabatnya untuk dapat melebarkan sayap dakwahnya di tanah Arab sana, dan Harry Potter pun membutuhkan Ron Weasley dan Hermione Granger untuk menghadapi musuh besarnya, Lord Voldemort. Kita hanya bisa mencapai sebuah capaian yang agung (breakthrough) jika kita berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai satu visi dan tujuan yang sama Dan ketika capaian baru dan dahsyat itu bisa diterima oleh masyarakat kampus maka barulah kita mencapai tingkatan terakhir (celebration) dalam perjalanan hidup pahlawan, sebuah keberhasilan di level dunia.