Friday, April 5, 2013

Berbagi Itu Indah


Sebelum kita melangkah lebih jauh kita harus tahu dulu apa itu berbagi dan apa itu indah, kalau berbagi saya rasa kita semuanya sudah mengetahui yaitu merelakan atau meberikan sesuatu yang kita punya kepada siapapun dengan “tanpa mengharapkan balasan”. Sedangkan indah menurut kamus bahasa indonesia ada dua makna yang pertama yaitu dalam keadaan enak dipandang, cantik, bagus, benar, sangat berharga. Sedangkan yang kedua yaitu peduli akan sesuatu, minat, menaruh perhatian, memperhatikan,  dan meresapkan kedalam hati (berupa nasehat dan sebagainya).
Jika kita telah mengetahui makna di atas, apa sih yang mestinya kita berbagi yang menjadi salah satu bentuk kepedulian kita kepada orang lain. Hal itulah yang akan saya tuangkan dalam tulisan saya kali ini.
Di tulisan saya kali ini ada 2 hal yang mestinya kita berbagi agar hidup ini menjadi indah mungkin menurut anda banyak hal yang mestinya kita berbagi itu hak anda, Namun yang saya maksudkan hal yang kita berbagi disini yaitu sesuatu yang kita berbagi itu tidak akan habis, tetapi dia malah terus bertambah dan bertambah. Berbagi hal itulah yang akan saya share disini. Berikut ini dua hal yang mestinya kita berbagi:
Pertama, Berbagi Ilmu Pengetahuan. Memangnya berbagi ilmu pengetahuan itu indah? Pasti dong... anda mengajari sesuatu kepada orang yang  tidak mengetahui sama sekali sampai orang tersebut menjadi tahu, bagaimana menurut anda? Indah bukan?.  Dan yang pasti ilmu yang anda miliki itu tidak bakalan habis. Seandainya kita berbagi ilmu pengetahuan ilmu yang kita miliki akan habis tentunya guru-guru kita yang pernah mengajar kepada kita ilmu mereka sudah habis, karena berbagi dari tahun ke tahun, mungkin saat ini sudah tidak bisa mengajar lagi karena bayangkan saja satu hari berapa jam mereka mengajar. selama 1 minggu ada  6 hari mereka berbagi ilmu pengetahuan dan bisa jadi tidak sampai satu tahun ilmu yang mereka miliki sudah habis di bagi kepada murid-muridnya. Tapi kan tidak, malah sebaliknya ilmu mereka terus bertambah dan bertambah.
Satu hal lagi orang yang anda berbagi itu akan merasa senangnya bukan main. Contoh kecilnya ketika kita di bangku kuliah kemudian para dosen mengajar sesuatu dan kemudian ada salah satu teman yang tidak paham apa yang di sampaikan oleh dosen tersebut kemudian anda yang kembali menjelaskan hingga teman anda itu bisa paham pasti dia merasa sangat senang dan terbantu.
Kedua, Berbagi Rezeki. Berbagi rejeki atau yang kita kenal dengan infak atau sedekah. Seperti juga berbagi ilmu pengetahuan, berbagi rezeki pun tidak akan habis dia malah akan terus bertambah.  Berbagi rezekinya ini yang yang semestinya harus menjadi minat kita semua, seandainya hari ini semua orang mempunyai minat untuk berbagi rejeki maka mungkin sudah tidak ada lagi pengemis-pengemis yang bertebaran di mana-mana, apalagi di kota-dikota besar, yang banyak orang kaya, tapi tidak sedikitnya juga pengemis. Dari yang muda sampai yang tua. Dari warung-warung makan sampai di jalan raya.
Memangnya berbagi rejeki itu indah? Pasti dong. Anda pernah infak kepada orang tanpa orang tersebut meminta. Jika anda pernah, apa yang anda lihat paras wajahnya, gembira nya bukan main, dan yang pasti orang tersebut akan mendo’akan agar rejeki anda lancar, indah bukan. Dan yang pasti pahala telah menanti anda.
Berbagi rezeki juga merupakan investasi dunia dan investasi akhirat. Dimana Allah akan segera memberikan balasannya tidak hanya pada saat di dunia tetapi juga di akhirat. Dan sedekah atau infak bersifat segera, jangan menunda-nunda untuk bersedekah. Sedekah tidak perlu menunggu kaya, justru dengan sedekah hidup semakin berkah dan berlimpah. 
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’, dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Qs. Saba`: 39)
“Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah.”(HR. Al Tirmidzi).
Kedua hal di atas itulah yang saya maksudkan baik ilmu pengetahuan maupun rezeki ketika kita berbagi dia tidak akan habis melainkan akan selalu bertambah. Dan berbagi juga hal-hal lain selain kedua hal di atas yang dapat membantu orang lain bukan untuk menambah beban orang lain.

Monday, March 18, 2013

PENEMU BENUA AMERIKA YANG SEBENARNYA

Dalam buku-buku sejarah di belahan dunia manapun tertulis sang penemu benua Amerika adalah seorang bernama CHRISTOPHER COLUMBUS. Tapi, ada fakta yang disembunyikan dibaliknya, bukanlah Columbus yang menemukan Amerika, melainkan orang Muslim.

Fakta menunjukkan 70 tahun sebelum Christopher berlayar ke Amerika, telah lebih dulu laksamana muslim dari China bernama CHENG HO yang menginjakkan kakinya di Amerika : the new land.

Namun, jauh 5 abad sebelum Columbus mengaku menemukan Amerika, terdapat juga fakta yang tak kalah pentingnya. Imigran muslim dari dinasti Umayyah di Andalusia telah lebih dulu menginjakkan kakinya di Amerika, tanahnya orang Indian. Tidak sampai disitu, imigran ini mendakwahkan Islam kepada suku-suku Indian di Amerika seperti Iroquois dan Alqonquin. salahsatu imigran itu bernama Khasykhasy Ibn Said Ibnu Aswad.

Dalam catatan harian Columbus sendiri, menyatakan jika pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika berlayar di dekat Gibara di tenggara pantai Kuba, mereka mengaku telah melihat sebuah masjid dengan menaranya yang tinggi yang berdiri di atas puncak bukit yang indah.

Christoforo Colombo (lidah Barat menyebutnya “Christophorus Colombus”) merupakan anggota Knights of Christ, organisasi payung bagi pelarian Templar yang diburu para penguasa Eropa yang dipimpin Puas Clement IV dan Raja Perancis, King Felipe V, sejak tanggal 13 Oktober 1307.

Semasa mudanya, Colombus menjadi orang kepercayaan dari penguasa Italia, Rene d’Anjou yang merupakan Grandmaster Biarawan Sion. Biarawan Sion sendiri merupakan “Bapak” dari organisasi Knights Templar. Mereka inilah cikal-bakal gerakan Zionisme sekarang ini. Di dalam buku saya, “Knights Templar Knights of Christ” (2006), asal-muasal Colombus dipaparkan dengan lengkap.

Colombus menjejakkan kakinya di Amerika di akhir abad ke-15 Masehi. Lima abad sebelum Colombus tiba, para pelaut Muslim dari Granada dan Afrika Barat sudah menjejakkan kaki di daratan-benua yang masih perawan dan hanya ditinggali oleh suku-suku asli yang tersebar di beberapa bagiannya.

Imigran Muslim pertama di daratan ini tiba sekira tahun 900 Masehi sampai setengah abad kemudian pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Salah satunya bernama Khasykhasy Ibn Said Ibnu Aswad dari Cordova. Orang-orang Islam inilah yang mendakwahkan Islam pada suku-suku asli Amerika. Sejumlah suku Indian Amerika pun telah memeluk Islam saat itu antara lain suku Iroquois dan Alqonquin.

Lalu, setelah jatuhnya Granada tahun 1492, yang kemudian disusul oleh gerakan Inkuisisi yang dilakukan Gereja terhadap orang-orang Islam dan Yahudi di Spanyol, maka imigran kedua tiba di Amerika sekira pertengahan abad ke-16 Masehi. Tahun 1539, Raja Spanyol, Carlos V, melarang bagi Muslim Spanyol hijrah ke Amerika.

Menurut prasasti berbahasa Arab yang ditemukan di Mississipi Valey dan Arizona, dikatakan jika orang-orang Islam yang datang ke daratan ini juga membawa gajah dari Afrika.

Colombus sendiri datang ke Amerika lima abad kemudian. Dalam ekspedisi pertamanya, Colombus dibantu dua nakhoda Muslim bersaudara bernama Martin Alonzo Pizon yang memimpin kapal Pinta dan Vicente Yanez Pizon yang ada di kapal Nina. Kedua bersaudara ini masih kerabat dari Sultan Maroko dari Dinasti Marinid, Abuzayan Muhammad III (1362-1366).

Catatan harian Colombus menyatakan jika pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika berlayar di dekat Gibara di tenggara pantai Kuba, mereka mengaku telah melihat sebuah masjid dengan menaranya yang tinggi yang berdiri di atas puncak bukit yang indah.

Doktor Barry Fell dari Oxford University juga menemukan jika berabad sebelum Colombus tiba di Amerika, sekolah-sekolah Islam sudah tersebar di banyak wilayah. Antara lain di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, Mesa Verde di Colorado, Hickison Summit Pass di Nevada, Mimbres Valley di Mexico, dan Tipper Canoe-Indiana. Di berbagai kota besar Amerika Serikat. Di tengah kota Los Angeles, terdapat daerah bernama Alhambra, juga nama Teluk El-Morro dan Alamitos. Juga nama-nama seperi Andalusia, Aladdin, Alla, Albani, Alameda, Almansor, Almar, Amber, Azure, dan La Habra. Semuanya nama Islam.

Di tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois, terdapat nama-nama kota kecil seperti Albany, Atalla, Andalusia, Tullahoma, dan Lebanon. Di negara bagian Washington juga ada nama daerah Salem. Di Karibia yang juga berasal dari kata Arab, terdapat nama Jamaika dan Kuba, yang berasal dari bahasa Arab “Quba”. Ibukota Kuba, Havana juga berasal dari bahasa Arab “La Habana”.

Seorang sejarawan bernama Dr. Yousef Mroueh menghitung, di Amerika Utara ada sekurangnya 565 nama Islam pada nama kota, sungai, gunung, danau, dan desa. Di Amerika Serikat sendiri ada 484 dan di Canada ada 81.

Dua kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah, nama keduanya juga telah ditorehkan para pionir Muslim di tanah Amerika jauh sebelum Colombus lahir. Nama Mecca ada di Indiana, lalu Medina ada di Idaho, New York, North Dakota, Ohio, Tenesse, Texas, Ontario-Canada. Bahkan di Illinois ada kota kecil bernama Mahomet yang berasal dari nama Muhammad.

Suku-suku asli Amerika ternyata juga banyak yang berasal dari nama Arab, antara lain Suku Apache, Anasazi, Arawak, Cherokee, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mohigan, Mohawk, Nazca, Zulu dan Zuni. Bahkan kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Se-quo-yah yang menciptakan silabel huruf Indian yang disebut Cherokee Syllabari pada 1821 ternyata seorang Muslim dan senantiasa mengenakan sorban, bukan ikat kepala dari bulu burung seperti yang ada di film-film wild-west ala Hollywood.

Beberapa kepala suku Indian yang juga selalu mengenakan sorban di antaranya Sioux, Chippewa, Yuchi, Iowa, Sauk, Creek, Kansas, Miami, Potawatomi, Fox, Seminole, dan Winnebago. Foto-foto para kepala suku Indian tersebut yang bersorban saat ini masih disimpan di berbagai museum dan arsip nasional Amerika, antara lain yang ada di Philadelphia.

Sumber: edukasi.kompasiana.com
eramuslim.com

Tuesday, January 15, 2013

Kata Mutiara Hasan Al Banna


Dakwah kami lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar pagi dan lebih benderang dari putihnya siang hari.

Iman takkan punya arti bila tidak disertai amal. Akidah takkan memberi manfaat disertai amal. Akidah takkan memberi manfaat bila tidak mendorong penganutnya untuk berbuat dan berkorban demi menjelmakannya menjadi kenyatan.

Kekuatan dan kelemahan, keremajaan dan ketuaan suatu bangsa, hakikatnya sama dengan kekuatan dan kelemahan, keremajaan dan ketuaan seseorang.

Tabir yang memisahkan antara kami dengan keberhasilan hanyalah keputusasaan, jika harapan tertanam kuat dalam diri maka dengan izin Allah kita akan mencapai banyak kebaikan.
Tiga modal utama untuk mencapai tujuan: manhaj yang benar, pendukung yang beriman, pemimpin yang kuat dan terpercaya.

Ayat-ayat Allah dan Hadits-hadits Rasul saw tentang pendidikan dan pembangunan umat menjelang kehancurannya, kisah-kisah kehancuran dan kebangunan umat-umat terdahulu yang banyak tertera di dalamnya, terus mengajak kita senantiasa memiliki harapan besar dan menunjukkan kepada kita jalan lurus menuju kebangkitan

Pejuang muslim adalah seorang guru, yang mestinya memiliki semua sifat yang ada pada seorang guru: cahaya, hidayah, rahmat, dan kelemahlembutan.

Tujuan adalah dasar yang mendorong langkah kita disepanjang perjalanan.

Kekuatan jiwa itu terekspresikan dalam tekad membaja yang tak pernah melemah, kesetiaan teguh yang tidak tersusupi penghianatan, pengorbanan yang tidak terbatasi oleh keserakahan dan kekikiran, pengetahuan dan keyakinan, serta penghormatan yang tinggi terhadap ideologi yang diperjuangkan

Sistem pendidikan harus dibangun diatas kerangka kuat yang memungkinkan generasi muda memiliki imunitas keislaman, kesempurnaan akhlak, pengetahuan memadai tentang ajaran agam mereka, dan kebanggaan terhadap kejayaan peradabannya yang agung.

Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.

Jika generasi hari ini adalah kekuatan bagi anda maka generasi esok adalah tanaman.

Masa yang paling rawan dalam kehidupan umat adalah ketika berlangsungnya masa peralihan.

Pemikiran akan mungkin berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalan-Nya, bersemangat dalam merealisasikannya, siap beramal dan berkorban demi menjelmakannya.

Kekuatan pertama sesungguhnya adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan produk dari kesatuan adalah kemenangan yang gilang gemilang.

Masyarakat tidak akan menjadi baik, kecuali jika ada keyakinan hati yang bangkit dari dalam jiwa, hingga merasa selalu di awasi oleh-Nya dan merasa terhormat dengan makrifat kepada-Nya.

Kalian adalah ruh baru yang mengalir ditubuh umat, dan ia akan menghidupkan umat ini dengan alqur’an. Kalian adalah cahaya baru menyemburat yang menyingkap tabir kegelapan meterialisme dan menggantikannya dengan makrifatullah. Kalian adalah suara yang menggema tinggi dan senantiasa menyandungkan dakwah rasullah saw.

Jika Allah memberi hidayah kepada suatu kaum, tentu dia mengilhamkan kaum itu untuk mewujudkannya

Kebahagiaan yang didambakan seluruh umat manusia sesungguhnya berpangkal dari dalam jiwa dan hati mereka. Maka penderitaan yang melingkupi dan menghantui mereka sebenarnya merupakan akibat dari musibah yang melanda hati dan jiwanya.

Tiada aturan dan ajaran yang dapat menjamin kebahagiaan jiwa manusia dan menunjukkan kepada mereka secara praktis jalan memeroleh kebahagiaan itu, selain ajaran islam yang suci karena sesuai fitrah manusia, jelas, dan aplikatif.

Barang siapa membunuh waktunya maka sama saja dengan membunuh dirinya sendiri karena waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Jika jiwa manusia istiqomah dan jernih maka apa saja yang muncul darinya akan saleh dan indah.
Keadilan itu sesungguhnya bukan terletak pada teks dan perundang-undangan, tetapi pada jiwa sang hakim.

Asas kebaikan adalah kesucian jiwa, kejernihan hati, amal yang kontinu, berpaling dari ketergantungan kepada makluk, cinta karena Allah, dan keterikatan kepada kebaikan.

Ketokohan sesunggunya akan diuji dengan kesabaran, ketabahan, kesungguhan, dan kontiinuitas amal.

Jangan sekali-kali melanggar aksioma alam, karena aksiom itulah yang menjadi pemenang. Namun pergunakan, manfaatkan, dan kendalikan arusnya. Jadikanlah sebagian darinya untuk mendayagunakan sebagian yang lain. Tunggulah saat kemenangan tiba maka sungguh ia tidaklah jauh darimu

Janganlah kalian sekali-kali menyia-nyiakan waktu meski sesaat tanpa diisi aktivitas.

Orang yang berbicara berbeda dengan orang yang bekerja. Orang bekerja berbeda dengan orang yang berjihad. Orang yang berjidah saja berbeda dengan orang yang berjihad secara produktif. Itulah aktifitas yang akan menghasilkan keuntungan besar dengan sedikit pengorbanan.

Barangsipa rajin bekerja maka beruntunglah ia. Namun, barang siapa dengan kerjanya tidak memberi pengaruh maka sekali-kali tidak memberi pengaruh pula kata-katanya.

Peringkat utama kekuatan adalah kekuatan akidah dan iman, kemudian kekuatan kesatuan dan persaudaraan, lalu kekuatan fisik dan senjata. Sebuah jamaah tidak dapat diakatakan kuat sebelum memiliki cakupan dari seluruh kekuatan itu.

Jika ada seorang pemabaru muslim yang sudah merasa puas hanya menjadi ahli ilmu dan penasihat, menetapkan keputusan hukum, menggelar kajian ushlul fiqih dan fiqih praktisnya, sementara ia membiarkan pemerintah memberlakukan hukum yang tidak diridhoi Allah. Dan mendorong rakyatnya untuk melanggar perintah-perintah-Nya maka suara sang pembaru itu laksana dilembah gersang.

Orang pintar adalah orang yang merenungkan suatu masalah sebelum terjadinya, lalu menyiapkan bekal untuk menghapinya.

Barangsiapa beranggapan bahwa agama khususnya Islam tidak memedulikan masalah politik tidak termasuk agenda perjuangannya maka sungguh ia telah menganiaya diri sendiri dan pengetahuannya.

Anda tidak akan menemukan sebuah sistem nilai, baik klasik maupun mutakhir, yang bersumber dari agama atau pikiran manusia, yang lebih baik dari sistem islam dalam mebahas sistem jihad, militer, dan mobilisasi massa, yakni menghimpunnya dalam suatu barisan demi mempertahankan kebenaran dengan segala kekuatannya

Perempuan adalah madrasah pertama yang membentuk dan memformat model generasi maka bagaimana pola pengarahan yang dirima seorang anak itulah yang menentukan perjalanan bangsa dan umat. Lebih dari itu, perempuan adalah orang pertama yang memberikan kontribusi dalam kehidupan pemuda dan bangsa

Apabila ada seseorang perempuan yang tampak dikurangi haknya dalam satu hal maka islam pasti menggantinya dengan yang lebih baik pada hal yang lain.

Seorang muslim tidak sempurnah islamnya, kecuali jika ia seorang politikus; mempunyai cara pandang yang jauh dan kepeduliaan yang besar terhadap umatnya.
Seorang akh belumlah dikatakan sebagai muslim yang benar hingga ia menerapkan hukum dan akhlak islam pada dirinya, serta menjaga batas-batas perintah Allah dan Rasul-Nya.

Kehancuran dalam membela kebanaran berarti keabadian yang hakiki tidak ada dakwah tanpa jihad dan tidak jihad tanpa pengorbanan.

Generasi muda adalah rahasia kehidupan bangsa-bangsa dan sumber kebangkitannya. Sejarah bangsa tidak lain addalah sejarah para kader yang berjiwa besar dan berkemauan kuat.

Agama adalah seberkas cahaya Allah yang menembus jiwa, menerangi kegelapan dan mencerahkan cakrawalanya. Jika ia telah tertanam kuat di dalam jiwa maka semua bakal disiapkan untuk menjadi tebusannya.

Berapa banyak kaum muslim yang tidak mengenal dakwah, bahkan membenci para da’i dan memerangi islam dengan berbagai macam metode yang tak pernah terlintas di benak setan sekalipun.

Wednesday, November 14, 2012

Aku Dan Paguyubanku

          Ini awal digenerasi kami anak pesisir, karena sebelum-sebelumnya di pelopori oleh para senior-senior kami yang sangat luar biasa, kami banyak mengambil contoh dari mereka, yang mana pada saat liburan mereka pulang kekampung kami untuk membuat kegiatan yang bersifat ilmiah. Yang mana tujuannya yaitu untuk memotivasi pelajar termasuk saya saat itu dan orang-orang tua dalam hal ini seluruh masyarakat di desa kami mengenai dunia pendidikan. Dan itu berefek kepada saya dan juga teman-teman saya yang lain sehingga melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Sebelumnya kami perkenalkan dulu nama paguyuban kami. Nama paguyuban kami yaitu Ikatan Pelajar Mahasiswa Pas-Ipa atau disingkat dengan IPMP, yang berdiri sejak tahun 2001 di kota ternate. Tujuannya yaitu untuk merangkum para pelajar dan mahasiswa yang berasal dari pas-ipa (nama desa kami) yang gunanya untuk saling silaturahim, sharing dan memikirkan bagaimana membangun bangsa dari desa.
          “Sekali dayun terayun pantang surut membalik haluan” ini adalah motto dari paguyuban kami yang mempunyai arti ketika sudah keluar dari kampung untuk pergi menuntut ilmu maka pulang harus berhasil tidak ada kata tidak berhasil seandainya tidak berhasil maka silahkan balik haluan. Balik haluan disini artinya tidak usah balik ke kampung karena itu akan menjadi contoh yang buruk di masyarakat. Motto inilah yang menjadi beban, beban untuk memompa semangat anak-anak dikampung kami ketika pergi menuntut ilmu.
          Itu sedikit perkenalan dari paguyuban kami, selanjutnya saya akan berbicara mengenai generasi kami ketika mengelola paguyuban ini. Tepat tanggal 11 juli 2011 kami bermusyawarah untuk memilih ketua baru dan waktu itu teman-teman yang hadir mempercayai saya untuk menjadi ketua IPMP. Dan saya pun terima dengan lapang dada, itu semua karena cita-cita saya ingin membangun bangsa dari desa. Paguyuban kami ini tidak terlalu formal seperti yang lain yang harusnya banyak uneg-unegnya. Pada waktu itu tidak sampai sebulan lagi sudah memasuki bulan Ramadhan maka kami pun berinisiatif untuk sekalian membentuk panitia beserta seksi-seksinya. Panitia ini kami memberi nama dengan “Ramadhan Di Kampung” Agak gila memang, pemilihan ketua langsung sekalian dengan membentuk kepanitiaan, tetapi hal itu bukan masalah buat kami, yang terpenting adalah misi kami bisa secepat mungkin berjalan.
       Dua minggu kedepannya kami berkumpul lagi melakukan evaluasi kepada penanggung jawab yang di PJ kan, sekalian malam itu kami langsung men setting agenda apa yang akan dilaksanakan dikampung nanti, yang pasti harus lebih kreatif dari sebelum-sebelumnya dan bisa memotivasikan masyarakat tentang pentingnya pendidkan. Dan agenda yang kami susun diantaranya Bakti Sosial, sharing pengalaman dari kami (Mahasiswa) kepada para siswa SMA dan Halal Bi Halal. Di dalam agenda Halal Bi Halal inilah yang kami memodifikasikan acara sebaik mungkin yang gunanya yaitu untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.
      Dalam melakukan sebuah kegiatan atau acara ada satu kebutuhan yang sangat prioritas, yah.. kebutuhan apalagi kalau bukan kebutuhan finansial. Waktu itu kami mencari anggarannya dengan membuat bazar dan meminta sumbangan secara sukarela kepada sesepuh kami. Dan alhamdulillah anggaran kami yang terkumpul sebesar 4 jutaan ini lebih dari cukup bagi kami untuk membuat sebuah kegiatan dengan gebrakan baru di masyarakat.
        Dikampung sudah tersebar isu bahwa kami akan membuat kegiatan yang spektakuler dikampung nanti, hal ini tentunya menjadi beban yang cukup luar biasa bagi kami, karena seandainya kalau agendanya tidak menarik bakalan menjadi bahan cerita yang tidak bakalan habis-habisnya, untuk itu kami harus bekerja ekstra demi mensukseskan agenda kami dikampung, sehingga menyiapkan segala hal-hal di ternate, mulai dari pembuatan spanduk, baleho, membuat rekaman pentas dan semua yang menyangkut kebutuhan kami.
        Saya waktu itu pulangnya paling terlambat karena masih ada amanah juga dikampus yang belum terselesaikan. Teman-teman yang lain sudah duluan pulang dikampung. Tetapi tanpa saya dikampung teman-teman saya yang lain sudah melaksanakan beragam macam agenda yang sesuai dengan rencana kami diawal, luar biasa semangat teman-teman, kepentingan kami saat itu Cuma satu yaitu memotivasikan masyarakat dengan para pelajar mengenai pentingnya pendidikan.
      Singkat cerita tibalah malam Halal Bi Halal ini merupakan acara puncak Ramadhan Di Kampung, malam Halal Bi Halal inilah kesempatan kami untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Sebelum-sebelumnya juga sudah sering di buat oleh para senior kami hanya saja konsep kami pada malam itu sangat berbeda mulai dari dekorasi panggung, acara-acara pendudukung kami persembahkan misalnya tarian daerah, hikmah Halal Bi Halal. Biasanya penceramah dulu dari anak kampung tapi pada saat itu kami mengundang salah penceramah dari Ternate, dan sebuah persembahan dari yang dibilang sangat luar biasa dari masyarakat yaitu Parodi kami yang berjudul Impian Anak Pesisir. Karena dalam parodi kami ini kami kemas sebaik mungkin untuk mencerahkan masyarakat. Alhamduillah tujuan kami tersampai dengan baik dimasyarakat saat itu dan apresiasi yang sangat luar biasa dari masyarakat kepada kami. Hasil kami berbau positif hal itu dilihat dari banyak anak kampung melanjutkan studi di perguruan tinggi. Dan di bulan Ramadhan 1433 H kemarin kami melakukan agenda yang sama dan mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat kami berharap ditahun 2013 nanti lebih banyak lagi anak-anak dikampung kami yang pergi melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Monday, September 24, 2012

"SAPU KECIL"

Angin lebih awal membersihkan kabut hitam di pagi hari. hijaunya taman kota memberikan pesona tersendiri. Dedaunan berguguran disana-sini. Pada hari itu dedaunan yang segarpun bertebaran dijalan-jalan, karena pada pagi itu benda yang berwarna mengeluarkan emosinya
       Aku baru saja selesai shalat subuh, dilanjutkan dengan tilawah beberapa lembar kitab Allah, hari berbeda dengan biasanya, selesai tilawah aku lanjutkan dengan lari-lari kecil, disepanjang baris pepohonan, namun seribu kali sayang pagi itu, cuaca tidak bersahabat sama sekali, kecepatan angin lari begitu cepat membuat setiap orang kedinginan ketika melakukan lari-lari kecil. Sesaat kemudian aku teringat dengan seorang bocah yang setiap paginya selalu dengan sapu kecilnya membersihkan daun-daun yang gugur di sepanjang baris pepohonan.
       “Ini hidup saya” ujarnya suatu waktu. Tentunya pernyataan seperti itu meninggalkan sejuta pertanyaan dalam benak pikiranku, sayang ia tak mau jika kuajak bercengkrama mengenai pekerjaannya diawal pembuka pagi itu.
Mungkinkah di suasana pagi yang tak indah ini bocah itu tetap dengan sapu kecilnya membersihkan daun-daun yang berguguran di sepanjang baris pepohonan?? Oh …tidak dia terlalu dini untuk melawan kedinginan. Kenapa pikiranku hanya kepada bocah itu yah… ah pusing amat sih… tapi aku tidak tega melihat bocah itu pada kondisi di awal sebelum mentari menyapa alam itu. Aku harus memastikan bocah itu bersama sapu kecilnya di baris pepohonan atau tidak.
Spontan aku keluar. Memandang langit dengan bulan yang cahayanya masih tampak serta gunung yang menjulang tinggi. Jalan raya pun kendaraan lewat satu dua tidak seperti biasanya ketika pembuka pagi seperti hari lainnya para ojek pun ramai tapi hari itu para ojek pun tak berani keluar.
Terlihat dari jauh sekitar 50 meter ada seorang anak dibawa umur 10 tahun, memakai topi berwarna hitam, celana training panjang, dilengkapi switer hijau dengan lengan panjang putih, begitu tenang membersihkan daun yang berguguran di sepanjang baris pepohonan menggunakan sapu kecilnya itu. “Ini pasti bocah itu” pikirku dalam hati.
         Gemuruh angin semakin kencang. Aku pun melangkah menuju anak di bawah umur 10 tahun itu. Ternyata benar dugaan ku tepat sasaran si bocah dengan sapu kecilnya yang setiap pagi selalu membersihkan daun-daun yang gugur di sepanjang baris pepohonan, terlihat serius membersihkan daun-daun yang gugur, aku pun berjalan mendekati bocah tersebut.
“Dek.. dek,..” Aku seperti menyapa batu karena tak sedikit pun dia menoleh untuk melihatku, “Dek, dek…” Aku kembali menyapanya tapi ko dia malah konsentrasi dengan pekerjaan itu sih.. panggilanku yang kedua kalinya tak sedikitpun ia respon lagi, membuatku kepikiran tak ambil pusing dengan bocah itu, aku balik ke rumah dengan membawa pulang kebencian, awalnya aku sangat iba dengan bocah tapi karena ulahnya yang seperti itu membuat aku berbalik arah.
        Mentari belum juga muncul, aku berjalan menuju rumahku dan meninggalkan bocah itu Sesampai aku di rumah aku duduk sejenak dan mengambil buku kesukaanku untuk membacanya, sudah 3 halaman telah aku lewati. Sejurus kemudian peristiwa yang baru terjadi tadi muncul di pkiranku yaitu mengenai bocah tadi, aku menyalahkan diriku sendiri kenapa yah membenci bocah itu padahalkan dia tidak bersalah hanya saja dia tidak merespon panggilanku. Astagfirullah..,
waktu sudah menunjukkan 06.55 WIT, hujan pun turun semakin deras, kasihan sekali bocah itu dia sedang berjuang melawan kedinginan,, mudah-mudahan dia sudah selesai membersihkan pekerjaannya, karena seperti hari biasanya pekerjaan paginya itu selesai pukul 06.30 wit.
***
          Keesokan harinya, kondisi alam seperti kemarin masih dengan hujan dibarengin dengan angin yang lari begitu cepat, memang di akhir-akhir tahun 2011 ini alam semakin mengeluarkan emosinya. kebiasaan setiap pagiku telah aku lakukan, begitu juga dengan bocah itu kebiasaan setiap pembuka paginya selalu menjadi sarapannya. Pagi ini harus aku menemuinya kembali dan dapat mengajaknya untuk bercengkrama. Sejurus kemudian aku keluar dengan memakai jeket, dari kejauhan sudah mulai terlihat bocah dengan sapu kecilnya itu kembali membersihkan daun-daun yang gugur di sepanjang baris pepohonan, dengan penampilan seperti hari biasanya. Langkah kaki semakin aku cepatkan dan merapat bocah itu.
          “Permisi dek, dek, dek,.” Panggilanku sepertinya dengan cepat di bawa pergi oleh angin, dia sama sekali tidak menghiraukanku, benar-benar aneh bocah ini, aku dengan cepat langsung balik dengan pulang membawa rasa penasaran yang tinggi terhadap bocah itu, apa yah yang kurang dariku sehingga dia tidak merespon sama sekali panggilanku, aku hanya berpositive thinking terhadap bocah itu, ini biar bagaimana ada yang salah dariku, aku kembali menyalahkan diriku.
***
          Dilangit Nampak indah bintang gemintang memberikan ke agungan di tambah dengan bulan yang sudah sempurna membuat lingkarannya, “assalatuhairum minannaum”… (shalat itu lebih baik dari pada tidur). Aku pun terbangun dari tidur lelap dengan suara muazin yang merdu itu, hampir semua menara-menara masjid dengan suara yang unik-unik dari muazin membuat suasana subuh menjadi indah dan ramai membelah shubuh. Hari itu juga tidak seperti beberapa hari kemarin dengan kondisi angin yang lari begitu cepat di tambah dengan hujan. ini benar rahmat Allah yang cukup luar biasa. Aku berjalan menuju masjid di kompleksku untuk melakukan kewajibanku sebagai seorang muslim. Selesai shalat subuh aku lanjut dengan tilawah beberapa kitab Allah selesai tilawah karena hari itu kesempatan bagiku untuk melakukan lari-lari kecil, karena sudah hampir dua minggu tidak melakukan lari-lari kecil yang menjadi agenda pagiku itu.
Aku pun keluar dan melakukan lari-lari kecil di sepanjang baris pepohonan, bukan Cuma aku yang melakukan hal itu, ada juga beberapa orang yang melakukan hal itu, dari jauh terlihat lagi bocah dan sapu kecilnya itu Nampak tenang, membersihkan daun-daun kering yang gugur, “ya Alloh semoga hari ini di suasana pembuka pagi yang indah ini aku bisa mengajak anak itu untuk bercengkrama”. Doaku dalam hati. Aku pun melakukan lari-lari kecil sesampai di bocah itu aku terus melanjutkan lari-lari kecil itu, nanti balik baru aku berbicara dengannya.
           Keringat segar pun mulai bercucuran, aku harus cepat-cepat balik agar bisa bertemu dengan bocah itu jangan sampai pekerjaannya selesai dia langsung pulang, spontan aku balik dan mendekati bocah itu, dengan tarik napas panjang bismillah.. hari ini suaraku harus bisa menyentuh hati nya agar dia bisa kuajak untuk berbicara. Aku berhenti dan berjalan menemuinya.
“Dek… Permisi, dek, Assalamu’alaikum Wr.. Wb..” Dia pun menoleh dan sambil menjawab salamku “Wa’alaykumussalam salam Wr.. Wb..” Alhamdulillah ya Allah dia mau respon panggilanku aku sejenak berpikir kenapa hari-hari kemarin dia tidak menghiraukan aku yah.. dan baru hari ini dia menghiraukanku, mungkin karena hari ini cuacanya bersahabat oh. Tidak, aku baru ingat hari-hari kemarin ketika aku menemuinya tidak menggunakan salam sehingga dia tidak mempedulikan aku, hanya karena salam saja dia tidak mempedulikanku. Subhanallah.. Aku kembali lanjutkan pembicaraan dengannya, dan menanyakan sesuai rencanaku beberapa hari kemarin,
“Nama adek siapa?” Tanyaku penasaran
           “Namaku mahdi kak..! Tapi biasanya dipanggil Dede” Dia menjawab tanpa berhenti menyapu.
“Oh. Iya dek, kaka mau nanya nih.. Sudah berapa lama yah dek melakukan pekerjaan ini? Emangnya dek tidak sekolah yah?? Trus orangtua ade pada kemana?. Maaf kakak banyak nanya, tapi itulah tujuan kakak menyapa ade, dan menjadi rasa pensaran kakak dalam beberapa hari kemarin.”
“Ini hidup saya kak. Ceritanya panjang kak”, Dia pun melepaskan sapu kecilnya itu dan menceritakan panjang lebar terkait dengan pekerjaan ini air mata pun menetes di pipinya yang imut itu, aku pun baru tahu bahwa bocah kecil ini melakukan pekerjaan semacam ini karena ayahnya yang sudah meninggal dua tahun silam ketika dia berumur 8 tahun, dan sekarang dia tinggal bersama dengan ibunya dan 2 orang adiknya yang 1 berumur 6 tahun dan yang satunya lagi berumur 3 tahun. Awalnya pekerjaan semacam ini dilakukan oleh ibunya hanya karena ibunya yang sudah hampir dua bulan terbaring di atas ranjang dan tak berdaya hingga pekerjaan ini di ambil alih oleh bocah ini, memang sungguh malang nasib bocah ini.