Wednesday, June 12, 2013

Mari Berwisata Ke Kepulauan Sula



Kalau berbicara tentang pariwisata di Indonesia khususnya di kawasan Timur Indonesia tak akan habis-habisnya, karena cukup banyak lokasi-lokasi wisata yang menarik untuk di kunjungi, begitu banyak keindahan alam negeri ini. tak terkecuali di kabupaten Kepulauan Sula.  Kabupaten Kepulauan Sula sendiri terletak di Provinsi Maluku Utara.  Daerah yang di sebelah utara berbatasan dengan laut Banda, Selatan dengan laut Seram, Barat dengan Laut Maluku, dan Timur dengan Sulawesi Tengah. 

Kabupaten yang terletak di paling selatan provinsi Maluku Utara ini bagaikan mutiara yang tersembunyi, karena banyak kekayaan alam yang melimpah ruah di daerah ini, baik itu Pertambangan, Pertanian, Hasil Laut dan tak lupa yaitu Pariwisata yang akan kita bicarakan disini.
Kabupaten Kepulauan Sula terdiri dari 3 pulau besar yaitu Pulau Sulabesi, Mangoli dan Taliabu. Namun saat ini Pulau Taliabu telah di mekarkan menjadi kabupaten sendiri sehingga sisa dua pulau yaitu pulau Sulabesi dan Mangoli. Ibukota kabupaten kepulauan Sula sendiri yaitu di Sanana. Sanana ini sendiri terletak di Pulau Sulabesi.

Baiklah biar tidak membuat anda penasaran berikut ini lokasi-lokasi wisata yang ada di kepulauan Sula.


Pantai Wai Ipa





Pantai ini terletak di Pulau Sulabesi, nama pantai ini di ambil dari nama Desa yang lokasi pantainya berada di desa tersebut yaitu Desa Wai Ipa . Wai Ipa sendiri berada juga dalam kota SANANA sehingga kalau anda mau berkunjung di pantai Wai Ipa cukup mudah. Pantai wai ipa sangat berbeda dengan pantai-pantai di tempat lain, karena di sepanjang pantai di penuhi dengan kerikil-kerikil kecil yang menghiasi di bibir-bibir laut, sangat tepat jika kita melepas lelah selama beraktivitas seharian.

Selat Capalulu




Kalau Amerika mempunyai  Segitiga Bermuda, maka Indonesia mempunyai Selat Capalulu yang sama-sama menyimpan misteri. Selat yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sula ini lebih tepatnya di kecamatan Mangole Barat mempunyai keunikan tersendiri. Seperti yang sudah saya katakan di awal menyimpan sejuta misteri. Karena selat ini telah memakan beberapa korban yang sampai saat ini jasadnya tidak tahu kemana.   Bahkan di kabarkan selat Capalulu ini merupakan selat terkuat di dunia setelah selat Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Nahkoda-Nahkoda kapal  yang baru pertama melewati selat ini kebanyakan ketakutan sehingga mereka harus barlabuh di Desa Pas-Ipa (ini desa saya loh... hehehe) untuk menanyakan kondisi Arus di Masyarakat, kapan waktu yang pas untuk mereka menyebarangi.
 Jika anda dari kota Sanana mau berkunjung di Selat Capalulu anda bisa menggunakan transpaortasi laut speed boat atau long boat, perjalanannya dapat di tempuh sekitar 5-6 jam.  Dan anda tidak perlu takut dengan Arus di Selat Capalulu karena masyarakat sudah terbiasa apalagi Masyarakat di Desa Pas-Ipa, ini mah makanan sehari-hari hehehe. Setelah anda berkunjung di Selat Capalulu sayang jika anda tidak mencicipi Ikan Segar dan Udang, So, Setelah berkunjung di Selat Capalulu silahkan mampir di Desa Pas-Ipa untuk mencicipi Ikan Segar dan Udang (promosi lagi nih.. hehee).



Air Terjun Wailau 
  

Panorama Alam ini berada di Pulau Sulabesi, lebih tepatnya didesa Wailau obyek wisata air terjun ini ditempuh dengan berjalan kaki berkisar 1 jam (jika anda nginap di Desa Wailau) melintasi hutan perkebunan masyarakat setempat. Air terjun ini tinggi kurang lebih 30 meter dengan kontur bertingkat-tingkat, berair yang jernih segar banget kalau mandi-mandi disini, dan lokasi wisata yang masih alami cocok dijadikan wisata traveling sambil menikmati panorama hutan dan perkebunan disekelilingnya.


Pulau Pagama
Pulau Pagama terletak di disebelah timur pulau Mangole. Jika anda dari kota Sanana mau berkunjung di Pulau Pagama anda bisa menggunakan transportasi laut yaitu Speed Boat atau long boat  dengan jarak tempuh berkisar 1 jam. Pulau kecil yang di kelilingi pasir putih halus ini menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan, bukan hanya keindahan pulaunya saja melainkan panorama bawa laut di pulau Pagama juga begitu mempesona. Sehingga sangat pas jika berkunjung di Pulau ini sekaligus melakukan Diving. 



Pantai Manaf



Pantai manaf ini terletak di sebelah selatan pulau Sulabesi, tepatnya di desa Manaf. Pantai ini juga merupakan salah satu obyek wisata yang paling sering dikunjungi oleh masyarakat Sanana. Lokasi yang berjarak sekitar 11 km jika anda dari pusat kota. Pantai yang berpasir putih dengan pemandangan alam pantai yang menarik, ombak yang tidak besar dan tenang sehingga aman untuk berenang dan memancing serta berjemur.
  








Teluk Paslal



Teluk ini terletak di Mangole Tengah. teluk ini begitu mempesona karena dikelilingi oleh pasir warna kemerah-merahan di tepi pantai ditambah dengan air yang selalu diam dalam kebeningannya dan ada juga pulau-pulau kecil di depan Teluk Paslal yang mempunyai pantai yang juga begitu menarik. Untuk berkunjung di teluk ini anda bisa menggunakan Speed Boat atau long Boat, dan perjalanannya dapat di tempuh sekitar 2 jam. Dan jangan lupa jika anda berkunjung teluk ini jangan lupa untuk membawa pancingan, biar sekalian anda bisa mancing di teluk ini karena di teluk ini juga banyak ikan-ikan dasar yang hidup di teluk ini.


Fat Fina Koa

Di Kepulauan Sula sendiri ada juga cerita Rakyat, salah satunya yaitu cerita tentang seorang perempuan gadis yang kemudian menjadi Batu. Dimana masyarakat disana mengenalnya dengan nama Fat Fina Koa. Fat fina Koa ini terletak di bagian timur Pulau Mangoli. Tepatnya di Waisakai. Dan jika anda mau berkunjung di tempat ini anda bisa menggunakan Transportasi Laut, jarak tempuh berkisar 1 jam dari Kota Sanana.
 











Selain wisata alam, ada juga wisata sejarah yang bisa anda kunjungi yaitu Benteng De Verwachting. Benteng ini adalah banteng peninggalan Belanda yang di bangun pada tahun 1736 Masehi oleh Victor Moll. Benteng ini terletak di tengah-tengah kota Sanana yang sampai saat ini masih terlihat utuh, hanya sangat di sayangkan pada tahun 2006 benteng ini telah di Renovasi oleh Pemda.
Itu mungkin beberapa tempat lokasi Pariwisata yang ada di Kepulauan Sula, yang dapat anda kunjungi untuk mengisi waktu liburan anda. So, Mari Baronda Di Kepulauan Sula.


Friday, June 7, 2013

Cinta Sejati


Dimana-dimana itu kalau di bahas mengenai cinta pasti ramai, contohnya ketika anda buat status di facebook mengenai cinta, pasti deh banyak yang like, atau anda buat kuliah twitter (kultwit) di twitter pasti banyak yang retweet, tak terkecuali di kajian-kajian kalau anda angkat tema yang menyangkut dengan cinta pasti deh banyak yang hadir. Makanya kesempatan ini saya coba nulis sedikit tentang cinta, semoga ramai juga yah.. ^_^.
Sebelumnya, saya mau nanya nih... siapa yang pernah jatuh cinta??? Ayo ngaku jangan bohong, gimana rasain jatuh cinta? sakit ngga??, yang pasti sakitlah. Masa jatuh ngga sakit, apalagi cintanya di tolak, jangan bilang kalau dukun bertindak yah... apalagi dukun kaya EYANG BUBUR, eh EYANG SUBUR maksudnya..
Eitss.. tapi bukan jatuh cinta yang kita bahas disini, tapi cinta sejati yang akan kita bahas disini, yuk.... segera ke TKP...!!!

“Hakikat cinta itu memberi” (Anis Matta).
Benar apa yang di katakan oleh Anis Matta bahwa jangan ngaku cinta kalau belum memberikan sesuatu kepada orang yang anda cintai, begitulah kira-kira makna dari “Hakikat Cinta itu Memberi” makanya dari itu karena saya cinta kepada anda semuanya sehingga saya memberikan kepada anda  gagasan saya mengenai cinta sejati ini. Hehehe
Baiklah kita akan lihat arti cinta dan sejati itu seperti apa, dan sandaran yang paling kuat yaitu lewat kamus besar kita. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Cinta itu di artikan sebagai menaruh kasih sayang, menyukai atau sangat sayang sedangkan sejati itu sendiri berarti sungguh, asli atau murni. Dengan demikian kita bisa mengartikan bahwa cinta sejati itu menaruh kasih sayang yang sesungguh-sungguhnya, atau kasih sayang yang sebenar-benarnya kasih sayang. Nah jika kita menarik kesimpulannya dari makna cinta sejati di atas berarti cinta yang sesungguhnya yaitu hanya cinta kepada Allah swt, karena Allah swt yang paling sejati di muka bumi ini. Sang pencipta jagat raya.
Ada kisah menarik dari seorang filsuf Plato, suatu hari plato bertanya kepada gurunya. “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” . Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. “Gurunya bertanya”, Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya. ” Gurunya kemudian menjawab Jadi ya itulah cinta” .
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan  dari cinta, maka yang didapat adalah kehampaan tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Seperti ketika plato menanyakan apa itu cinta kepada gurunya, dan kemudian gurunya menyuruh plato untuk berjalan mengambil salah ranting di ladang gandum yang luas itu, dan plato balik ternyata tidak membawa satupun ranting di ladang gandum tersebut. Jadi intinya friend terimalah cinta apa adanya.
Bagaimana Islam melihat cinta? Cinta yang sejati, dalam konteks Islam, hanyalah cinta kepada Allah. Imam al-Ghazali dalam kitabnya Kimia Kebahagiaan, berkata bahwa kecintaan kepada Allah “mesti menaklukkan hati manusia dan menguasainya sepenuhnya.” Kalaupun kecintaan kepada Allah tidak menguasainya sepenuhnya, kata al-Ghazali, maka hal itu mesti merupakan perasaan yang paling besar di dalam hatinya, mengatasi kecintaan kepada yang lain.
Ibnu Hajar al-Asqalani ra. mengatakan bahwa mahabbah (cinta kepada Allah) itu ada dua macam. Pertama, mahabbah fardhu, yaitu mahabbah yang mendorong dilakukannya perintah-perintah Allah dan dijauhinya larangan-larangan-Nya. Ingat kisah nabi Yusuf dengan istri seorang raja, yang pada saat itu istri raja ingin menggoda Yusuf, untuk melakukan perbuatan yang tidak di sukai oleh Allah. Tetapi Yusuf as menolak rayuan dari istri raja tersebut. Dan akhirnya istri raja kecewa dan memfitnah Nabi Yusuf. Kisah ini membuktikan bahwa Yusuf as begitu cinta kepada Allah SWT, sehingga dia tidak mau melakukan perbuatan yang di benci oleh Allah SWT.
Yang kedua, yaitu: mahabbah sunnah, yaitu mahabbah yang mendorong dibiasakannya melakukan ibadah sunnah dan dijauhinya hal-hal yang syubhat. “Sesungguhnya perkara yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang samar (syubhat), yang tidak diketahui oleh banyak manusia. Barangsiapa yang menghindari syubhat itu berarti dia telah membersihkan diri untuk agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus ke dalam syubhat itu berarti dia terjerumus ke dalam perkara yang haram, seperti seorang penggembala yang menggembalakan (binatang ternaknya) di sekitar daerah terlarang, hampir-hampir dia akan masuk menggembalakan (binatang ternaknya) di daerah tersebut. Ketahuilah, bahwa setiap raja memiliki daerah terlarang. Ketahuilah bahwa daerah terlarang milik Allah adalah perkara-perkara yang haram. Ketahuilah, bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka akan menjadi baik seluruh tubuh, dan jika buruk menjadi buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). Orang yang mencintai kepada Allah tidak hanya melakukan amalan-amalan wajib melainkan juga melakukan amalan-amalan yang pernah di contohi Rasulullah saw. Contoh sederhananya melakukan puasa senin kamis, qiyamullail, shalat dhuha dan lain sebagainya.
Begitulah kira-kira cinta menurut Islam. Pada intinya cinta yang ada di hati kita ini kita harus mengendalikannya, bukan cinta itu sendiri yang mengendalikan kita, karena jika cinta yang mengendalikan kita maka yang terjadi kita tidak akan bertemu yang namanya cinta sejati itu. Kita akan pulang dengan tangan kosong.

Monday, May 6, 2013

Hidup Hanya Sekali


Ketika adzan bergema di menara-menara kota dan ayam pun mulai berkokok sebelumnya tertidur nyenyak maka sebentar lagi sang surya akan menyinari kita, dengan pancaran indah kemudian memekarkan bunga-bunga yang telah layu. Ketika mentari mulai menguning dan tongkat hari sebentar lagi akan di serahkan ketangan maghrib maka sesaat lagi akan terbentuk sebuah taman langit yang indah, dimana bulan dan bintang menjadi peran utama. Begitu seterusnya dia akan terus berulang secara terus menerus di dunia. Nanti mendapat instruksi dari sang maha pencipta barulah bisa berhenti.
Seperti halnya juga hari dan bulan akan terus berulang . jika hari ini hari senin maka 7 hari kedepan hari senin lagi. Jika sekarang adalah bulan januari maka 12 bulan kedepan pasti bulan januari lagi. Proses seperti itu akan terus berulang dengan kita ataupun tanpa kita, hal ini telah menjadi sebuah standar baku dan tidak ada proses perubahan sama sekali hingga detik ini.
Hanya ada satu hal yang tidak berulang yaitu HIDUP, hidup kita didunia ini hanyalah sekali tidak ada pengulangan, tidak ada proses remedial melainkan  yang terjadi adalah proses transmigrasi dari alam dunia kesebuah alam yang dinamakan alam kubur. Kemudian melanjutkan lagi menuju padang mahsyar tempat seluruh umat manusia di kumpulkan di hadapan Allah swt, dan di mintai pertanggung jawaban selama kita hidup di dunia yang hanya sekali berbuat apa saja. Tidak ada lagi bantuan kecuali bekal kebaikan yang telah kita lakukan selama di dunia.
Ingat friend hidup di dunia ini bukan hanya untuk meraih cita-cita dunia. Tapi ada juga cita-cita akhirat yang mestinya kita kejar. “Rabbanaa aatinaa fid-dunya hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar. : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.( Q.S A l-Baqarah 2:201). Do’a yang indah ini sering kita panjatkan setelah selesai Shalat. Inilah tujuan yang seharusnya terinternalisasi dalam pribadi diri-diri kita. Namun kebanyakan orang yang terjebak ketika telah meraih cita-cita dunia mereka malah lupa akhirat, mereka pikirnya hidup hanya di dunia ini tidak ada lagi kehidupan selanjutnya. Makanya tidak sedikit yang berbuat menyimpang mereka keasyikan dalam kekhilafan mereka karena terbuai dengan tipu dunia.
“Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(QS. al-Hadid:
20).
Kehidupan dunia yang menipu ini juga terbilang sangat cepat ibaratnya seperti kita berkendaraan di jalan raya kemudian ketika di trafic light ada lampu merah kita berhenti sejenak dan kembali melanjutkan lagi perjalanan saat lampu hijau menyala, hanya sebuah tempat persinggahan. seingat saya baru kemarin saya SD eh tanpa disadari skarang sudah lulus S1 terlalu cepat memang. Sangat cepat waktu ini berjalan. Sangat singkat sesingkat-singkatnya.
Allah berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.” Allah berfirman,”Kamu tinggal dibumi hanya sebentar saja, jika kamubenar-benarmengetahui. (Q.S Al-Mu’minun[23]: 112-114)
Jika waktu di dunia yang amat singkat itu apakah kita cuma mau santai-santai, Cuma mau berbuat semaunya, tanpa memikirkan rambu-rambu yang telah di tetapkan oleh maha pencipta, ingat friend jangan sampai menyesal nanti di kemudian hari, jika sudah tidak ada lagi pertolongan, karena yang bisa menolong kita yaitu amal shaleh kita ketika berada di dunia ini, maka dari itu marilah kita manfaatkan hidup kita yang hanya sekali ini dunia untuk bekal kita menuju kehidupan yang sesungguhnya dengan cara beramal sholeh, menyampaikan kebaikan mebambantu sesama, sehingga kita bisa menuai hasilnya kelak di akhirat. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT.



Tuesday, April 23, 2013

Berani Jujur Hebat


hmmm,,,,, judul di atas ini saya sengaja ambil dari sebuah slogan salah satu lembaga negara, saya rasa teman-teman semuanya sudah pada tahu,  tapi kalau belum tahu juga ngga apa-apa saya ngasih tahu deh.. ^_^.
Berani Jujur hebat, ini slogannya KPK (Komisi Pesanan Kekuasaan eh.. maaf, maksudnya Komisi Pemberantasan Korupsi, udah tahu kan lanjut baca yah... (^_^). ) padahal mereka sendiri tidak berani jujur (tapi ngga apalah yang penting mereka sudah usaha). Dan hanya sebagai slogan yang selalu mereka kampanyekan di mana-mana. Buktinya beberapa bulan kemarin hangat di media-media membicarakan mengenai bocornya Surat Penyidikan (SPIRINDIK) Anas Urbaningrum, sampai -sampai membentuk tim independen komite etik untuk mencari tahu siapa pembocor SPIRINDIK tersebut, dan akhirnya terungkap juga bahwa yang membocorkan SPIRINDIK tersebut adalah Sekrtearis Ketua KPK Wiwin Suwandi, mungkin begitu kali yah sifat kita sebagai manusia biasa yang selalu di selimuti dengan kekhilafahan.
sikap jujur adalah sikap yang sangat penting bagi siapa saja. Kasus-kasus yang terjadi di negeri ini adalah kasus karena mereka tidak bersikap jujur akhirnya saling membuang bola panas, saling menjatuhkan antara satu dengan yang lain, saling memfitnah. Padahal sesungguhnya jika hari ini orang yang duduk di eksekutif, legislatif dan yudikatif berlaku jujur maka saya yakin dan percaya negeri ini akan aman. Negeri ini akan sejahtera. Negeri ini akan membentuk sebuah peradaban, “negeri akan menjadi sepenggal firdaus”(anis matta). Tapi yang ada ternyata berbeda 180 derajat. Yang eksekutif juga tidak jujur, yang legislatif juga menipu yang yudikatif penghianat. Tetapi saya yakin dan percaya masih ada kok orang-orang baik di negeri ini hanya saja mereka belum dipercaya oleh masyarakat luas, hanya masyarakat belum mengenal mereka secara lebih dalam.
jujur itu sesuatu yang mestinya di perbiasakan sejak dini, agar berjalannya waktu kita sudah terbiasa. Ingat sebuah pepatah asal bisa karena biasa, ketika kita sudah terbiasa maka yakin dan percaya kedepan-kedepannya kita lebih mudah menyikapi sebuah permasalahan yang datang pada diri kita atau sebuah sikap yang mestinya kita terapkan pada diri kita. Jika hari ini kita terbiasa dengan melakukan kebohongan-kebohongan kecil maka akan terbiasa juga dengan bersikap sebagai seorang pembohong, dengan melakukan kebohongan-kebohongan besar.
Sebagai umat muslim sifat jujur adalah salah satu sifat yang paling di sukai oleh Allah SWT. Maka, sudah seharusnya kita bersikap jujur dan menjadi bagian dari orang yang jujur.
Dari ibnu mas’ud bahwa nabi bersabda “sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Sesungguhnya seorang akan selalu bertindak jujur sehingga ia ditulis disisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya berdusta itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka. Sesungguhnya seorang akan selalu berdusta sehingga ditulislah disisi Allah sebagai seorang pendusta. (Muttafaqun ‘alaihi. HR Al-Bukhari 6094 dan muslim 103).
Hadits ini dalam kita Riyadus Shalihin Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa sesungguhnya seorang hamba yang muslim apabila senantiasa berada dalam kejujuran, maka sesungguhnya kejujuran itu akan menghantarkannya menuju surga dan ini merupakan salah satu tujuan yang diharapkan oleh setiap manusia. Sedangkan dusta itu merupakan jalan yang lain, dan ini merupakan jalan kejelekkan pertama yang menghantarkan manusia menuju neraka.
Orang yang besikap jujur nasibnya pasti beruntung. Iya benar. Kalau tidak mendapat keuntungan di dunia pasti akan mendapatkan keuntungan di akhirat. Karena terkadang orang jujur banyak orang yang tidak senang dengannya, ingin menghancurkannya, memfitnah dan lain sebagainya. Begitulah dunia selalu ada cobaan, selalu ada tantangan, selalu ada ujian, namun jika kita kita lolos dari ujian ini maka kita akan mendapatkan sebuah kedudukan yang sangat istimewa, baik di mata masyarakat maupun di mata Allah swt
Ingat bahwa berbohong itu adalah keraguan dan jujur itu adalah ketenangan. Oleh karena itu sesuatu yang mengandung keraguan itu harus kita tinggalkan dan mengambil sesuatu yang tidak ada keraguan padanya.

Friday, April 5, 2013

Berbagi Itu Indah


Sebelum kita melangkah lebih jauh kita harus tahu dulu apa itu berbagi dan apa itu indah, kalau berbagi saya rasa kita semuanya sudah mengetahui yaitu merelakan atau meberikan sesuatu yang kita punya kepada siapapun dengan “tanpa mengharapkan balasan”. Sedangkan indah menurut kamus bahasa indonesia ada dua makna yang pertama yaitu dalam keadaan enak dipandang, cantik, bagus, benar, sangat berharga. Sedangkan yang kedua yaitu peduli akan sesuatu, minat, menaruh perhatian, memperhatikan,  dan meresapkan kedalam hati (berupa nasehat dan sebagainya).
Jika kita telah mengetahui makna di atas, apa sih yang mestinya kita berbagi yang menjadi salah satu bentuk kepedulian kita kepada orang lain. Hal itulah yang akan saya tuangkan dalam tulisan saya kali ini.
Di tulisan saya kali ini ada 2 hal yang mestinya kita berbagi agar hidup ini menjadi indah mungkin menurut anda banyak hal yang mestinya kita berbagi itu hak anda, Namun yang saya maksudkan hal yang kita berbagi disini yaitu sesuatu yang kita berbagi itu tidak akan habis, tetapi dia malah terus bertambah dan bertambah. Berbagi hal itulah yang akan saya share disini. Berikut ini dua hal yang mestinya kita berbagi:
Pertama, Berbagi Ilmu Pengetahuan. Memangnya berbagi ilmu pengetahuan itu indah? Pasti dong... anda mengajari sesuatu kepada orang yang  tidak mengetahui sama sekali sampai orang tersebut menjadi tahu, bagaimana menurut anda? Indah bukan?.  Dan yang pasti ilmu yang anda miliki itu tidak bakalan habis. Seandainya kita berbagi ilmu pengetahuan ilmu yang kita miliki akan habis tentunya guru-guru kita yang pernah mengajar kepada kita ilmu mereka sudah habis, karena berbagi dari tahun ke tahun, mungkin saat ini sudah tidak bisa mengajar lagi karena bayangkan saja satu hari berapa jam mereka mengajar. selama 1 minggu ada  6 hari mereka berbagi ilmu pengetahuan dan bisa jadi tidak sampai satu tahun ilmu yang mereka miliki sudah habis di bagi kepada murid-muridnya. Tapi kan tidak, malah sebaliknya ilmu mereka terus bertambah dan bertambah.
Satu hal lagi orang yang anda berbagi itu akan merasa senangnya bukan main. Contoh kecilnya ketika kita di bangku kuliah kemudian para dosen mengajar sesuatu dan kemudian ada salah satu teman yang tidak paham apa yang di sampaikan oleh dosen tersebut kemudian anda yang kembali menjelaskan hingga teman anda itu bisa paham pasti dia merasa sangat senang dan terbantu.
Kedua, Berbagi Rezeki. Berbagi rejeki atau yang kita kenal dengan infak atau sedekah. Seperti juga berbagi ilmu pengetahuan, berbagi rezeki pun tidak akan habis dia malah akan terus bertambah.  Berbagi rezekinya ini yang yang semestinya harus menjadi minat kita semua, seandainya hari ini semua orang mempunyai minat untuk berbagi rejeki maka mungkin sudah tidak ada lagi pengemis-pengemis yang bertebaran di mana-mana, apalagi di kota-dikota besar, yang banyak orang kaya, tapi tidak sedikitnya juga pengemis. Dari yang muda sampai yang tua. Dari warung-warung makan sampai di jalan raya.
Memangnya berbagi rejeki itu indah? Pasti dong. Anda pernah infak kepada orang tanpa orang tersebut meminta. Jika anda pernah, apa yang anda lihat paras wajahnya, gembira nya bukan main, dan yang pasti orang tersebut akan mendo’akan agar rejeki anda lancar, indah bukan. Dan yang pasti pahala telah menanti anda.
Berbagi rezeki juga merupakan investasi dunia dan investasi akhirat. Dimana Allah akan segera memberikan balasannya tidak hanya pada saat di dunia tetapi juga di akhirat. Dan sedekah atau infak bersifat segera, jangan menunda-nunda untuk bersedekah. Sedekah tidak perlu menunggu kaya, justru dengan sedekah hidup semakin berkah dan berlimpah. 
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’, dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Qs. Saba`: 39)
“Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah.”(HR. Al Tirmidzi).
Kedua hal di atas itulah yang saya maksudkan baik ilmu pengetahuan maupun rezeki ketika kita berbagi dia tidak akan habis melainkan akan selalu bertambah. Dan berbagi juga hal-hal lain selain kedua hal di atas yang dapat membantu orang lain bukan untuk menambah beban orang lain.