Saturday, January 3, 2015

Bernostalgia Dengan Permainan Tradisional Kepulauan Sula


Entah mimpi apa semalam, atau angin apa yang baru saja berhembus sehingga membuat pikiran saya ingat masa-masa kecil ketika bermain permainan tradisional. ah masa itu kau begitu jauh, dan tak mungkin lagi kembali, skrang hanya bisa mengingat-ngingat kembali.
Bicara soal permainan tradisional hampir seluruh daerah mempunyai kemiripan dalam cara bermainannya. Yang berbeda hanya penamaannya, namun ada juga yang namanya sama. Ada yang memang khas di daerah tersebut. Nah berikut ini jenis-jenis permainan tradisional yang ada di kepulauan sula yang membuat saya jadi rindu akan masa-masa itu

Benteng

Ini bukan benteng De Varlatching atau banteng Toloko, tapi ini nama permainan. Iya nama permainan. Saya mulai dengan permainan benteng karena permainan banteng ini yang membuat alis saya pecah dan di jahit hingga 6 jahitan. Wajah saya waktu itu berlumuran darah. Serem kan? :D Suatu kejadian yang sampai saat ini tidak pernah saya lupakan. Masih ada tanda jahitannya loh sampai sekarang hehehe...
Permainan banteng ini permainan yang terdiri dari dua regu. Setiap regu anggotanya menginjak batu yang disimpan di atas tanah, namun sebagian besar kita lebih memilih batu yang tertanam sehingga tidak bergeser. Anggota regu berlari kedepan untuk “mengumpan” supaya di kejar (ditepak) oleh regu lawan. Kalau tertepak, maka anggota regu bersangkutan di tawan. Dan berdiri di dekat Benteng lawannya. Dia bisa terlepas jika ada teman dari regunya melepaskannya dengan cara memegang  tangannya atau salah satu anggota tubuhnya. Permainan akan di menangkan oleh salah satu regu jikalau batu regu lawan yang dijadikan sebagai banteng tadi terinjak oleh lawannya, artinya menang satu nol dari regu yang berhasil menginjak banteng regu lawannya.

Tangka Kau


sumber gambar:



Tangka Kau ini hampir seluruh daerah di Indonesia bermain permainan ini. Apakah nama permainan ini secara nasional? Setelah pesan-pesan berikut ini hehehe... secara nasional kita kenal dengan nama petak umpet, tapi kalau di daerah saya Kepulauan Sula di kenal dengan nama tangka kau. Saya juga bingung kenapa dinamakan tangka kau, ekspektasi saya mungkin di ambil dari bahasa daerah Kau yang berarti Kayu, sedangkan tangka mungkin di tangkap kali yah... jadi jika di artikan Tangkap Kayu. Emangnya kayu yang ditangkap???
Tangka Kau ini di mainkan oleh minimal 2 orang, namun semakin banyak semakin seru. Untuk menentukan siapa yang nanti bertugas menjaga yaitu biasanya dengan hompimpa. Proses jaga berganti jika seluruh peserta pemainnya telah di temukan dan yang di temukan paling pertamalah yang nanti sebagai penjaga berikutnya.


SEM


Ini permainan yang paling sering saya ikut main. Permainan ini dimainkan oleh dua grup. Masing-masing grup terdiri dari 3-5 orang atau bahkan lebih. Karena semakin banyak anggota pemainannya semakin seru karena banyak garisnya yang harus di lewati. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis secara bolak-balik.

  

Kanon

Permainan kanon ini saya tidak tahu di daerah lain ada tidak permainan semacam ini. Peralatan yang digunakan Gabah. Satu panjangnya sejengkal dan satu lagi panjang sekitar 30 cm untuk di jadikan pemukul. Cara mainnya, Gabah yang sejengkal tersebut dipasangkan pada lubang kecil di tanah. Sesudah itu, lalu dipukul supaya loncat dan dipukul lagi sampai jauh. Kalau sudah jatuh di satu tempat, kayu yang sejengkal dipakai untuk mengukur (jengkal demi jengkal pada tanah) sampai pada lubang kecil tadi. Jadi ukuran menang dan kalahnya ditentukan oleh jumlah jengkalan.
 






Balengko
Nah Balengko ini agak mirip dengan tangka kau, hanya saja balengko ini bermain beregu. Setiap regu bisa terdiri dari 5 orang atau lebih. Cara permainannya: misalnya terdapat regu A dan B. Regu A bertugas untuk menjaga satu kayu yang tidak boleh di pegang oleh regu B. Apabila dalam proses bermainnya ada beberapa Anggota regu B yang sudah di tangkap namun anggota regu B yang lain dapat memegang kayu yang di jadikan Balengko itu maka anggota Regu B yang di tangkap tadi kembali di lepas, anggota regu A kembali lagi mencari anggota regu B hingga semuanya tertangkap barulah Proses penjagaan berganti 

Aga-aga/ Salenga-lenga

Permainan aga-aga atau salenga-salenga merupakan permainan tradisional lompat–lompatan pada bidang–bidang datar yang digambar diatas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu kekotak berikutnya. Di daerah-daerah lain pun juga ada jenis permainan semacam ini, hanya sebagaimana yang saya sampaikan di awal bahwa berbeda dalam penamaan namanya saja.
Permainan ini kebanyakan di mainkan oleh anak perempuan, namun ada juga anak laki-laki yang sering juga ikut bermain.



Panap Met
 

sumber gambar:
Panap met bahasa daerah sula jika kita artikan dalam bahasa Indonesia yaitu Panap = tembak met = sasaran. panap ini dibuat dari bambu, panjang ±30 cm dengan diameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Peluru dibuat dari bunga mangrove, kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok. Peralatan yang dibutuhkan berupa bambu diameter 1 atau 1,5 cm dan panjang 30-40 cm sebagai laras bedil (bentuk pipa) dan sebagai tolak adalah batangan belahan bambu yang dihaluskan.
 

DAM
Oalah... kalau Dam ini dari SD hingga SMA. Meja-meja sekolah menjadi sasaran untuk di buat petak-petak semacam papan catur hahaha.... setelah jam istrahat atau guru tidak masuk bukan malah belajar sendiri tapi malah bermain DAM. Dan bukan cerita sombong yah... saya juga jago loh kalau bermain Dam ini, tidak percaya? Coba nanya teman-teman saya. Ada Faicen, Laiko, Naro, Anto, Budi, Kiki, Syams, Yus, Naldin dan yang lainnya tidak sempat saya sebut satu persatu :D apa kabar kalian? Kalau ketemu kita main Dam lagi yah... hehehehe

Dua Puluh
Iya nama permainannya dua puluh. Jenis permainan yang saling kejar mengejar. Cara bermainnya yaitu dengan menghitung setiap anggota pemain, dari 1 hingga 20 puluh dari jumlah anggota yang ada. Ketika proses berhitung dan angka dua puluh dapat di salah satu anggota pemain, maka si-pemain tersebut bebas, dilanjutkan hitung lagi hingga sisa 1 orang yang bertugas mengejar seluruh temannya, ketika salah satu temannya telah dapat di kejar maka teman yang dapat di kejar tadi membantu si pengejar awal tadi. Begitu seterusnya hingga seluruh anggota pemainnya dapat di kejar. Untuk jumlah pemainnya tidak di batasi, semakin banyak semakin seru permainannya dan lebih seru lagi ketika bermain di lapangan luas dan saat malam hari ketika bulan terang, keringatnya minta ampuunnn... dan setelah itu pulang di rumah langsung naik tidur. Hiks! :p
Nah, itu tadi beberapa permainan tradisional sula yang sempat tiba-tiba saya ingat sehingga saya menulisnya ini. Tentunya masih banyak lagi permainan-permainan tradisional sula lainnya karena terkadang setiap kampung memiliki juga permainan tradisionalnya sendiri-sendiri.




Tuesday, December 23, 2014

2 Pesan tetralogi Pram

Akhirnya 4 buku #tetralogipram (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca) selesai juga di baca.

Sebuah karangan hebat dari Pramudya Ananta Toer, yang membawa kita sebuah dunia penghubung antara nyata dan fiksi #tetralogipram

Dalam #TetralogiPram setidaknya ada dua pesan besar yg di sampaikan oleh Pramudya Ananta Toer

Pesan pertama adalah tentang membangun sebuah organisasi untuk mencapai sebuah kesuksesan/kemerdekaan. #tetralogipram

Hal dilihat dengan banyaknya organisasi2 pribumi yang lahir untuk melawan kolonial belanda. #TetralogiPram

Hal ini di mulai dengan lahirnya organisasi priyayi, kemudian di ganti dengan syarikat dagang islam, lanjut dngan syarikat #tetralogiPram

Muncul juga organisasi2 yang berbasis kedaerahan. Mewakili bangsa2 yang ada di Hindia saat itu #TetralogiPram

Selain organisasi yang berjuang untuk kemerdekaan, ada juga organisasi yang berpihak pada Kolonial #TetralogiPram

Dan ternyata gambaran dari #TetralogiPram masih juga terjadi hingga saat ini.

Yaitu tentang keberpihakan kelompok2 tertentu pada kepentingan 'luar' dan kelompok yang menjaga nama baik bangsa #TetralogiPram

Pesan kedua dari #TetralogiPram yaitu tentang kekuatan pena/menulis

"Orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalm Masyarakat dan dari Sejarah" #TetralogiPram

"Nama2 yang dikenal di depan umum, masih dianggap kurang berbobot jika belum di kenal di kertas" #TetralogiPram

"Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian" TetralogiPram

Itu tadi beberapa kalimat tentang pesan untuk menulis yang ada di dalam #TetralogiPram

Raden Mas Minke memulai menulis saat masih di bangku sekolah, dan tulisanny pertma kali diterbitkn sebuah media yg saat itu di kelola oleh Kolonial #tetralogipram

Tulisan pertama diangkat dengan melihat sebuah ketidak adilan pada pribumi dalam hal ini petani tebuh #tetralogipram

Setelah lulus dari sekolah, kemudian dia lanjut di kedokteran dengan mendapatkan beasiswa dari gubermen secretarie #TetralogiPram

Pendidikan dokter Raden mas Minke tidak sampai menyelsaikannya, dia keluar. Karena menghindari keterikatan dgn kolonial #TetralogiPram

Setelah keluar dri dokter, Minke kemudian lebih bnyak lagi mengahsilkan tulisan yg memprotes ketidakadilan dri pihak kolonial #tetralogipram

Saat itu tulisannx mash di muat oleh salah satu media kolonial, yg pemiliknya juga tidak terlalu setuju dgn kbjakan Gubermen #TetralogiPram

Karena ingin mempunyai media sendiri, akhirnya Minke kemudian mendirikan media sendiri yg diberi nama MEDAN #TetralogiPram

Dengan MEDAN lah Minke kemudian memperkanlkn lebh jauh organisasi Syarikat kepada pribumi. #TetralogiPram

Selain memperkenalkan Syarikat, juga mlawan ketidakadilan yang di lakukan oleh kolonial kepada Pribumi #TetralogiPram

Syarikat berkmbang cukup pesat Anggotax semakin bnyak & dri berbagai kalangan. Di tandai dgn brdirinya berbgai Cab. syarikat #TetralogiPram

MEDAN pun tak mau kalah, distribusinya tidak hanya di pulau jawa, tapi sumatera, sulawesi, borneo, maluku bhkn Belanda #TetralogiPram

Di tengah2 mencapai puncaknya (MEDAN & Syarikat) Minke pun di tangkap oleh Gubermen dan di buang di Pulau Buru #TetralogiPram

Anggota2 syarikat pun kaget mngnai berita itu, sama halnya dengan tim2 yang di MEDAN. #TetralogiPram

MEDAN pun akhirnya di tutup. sedangkan syarikat mulai goyah. #TetralogiPram

Syarikat saat diganti oleh salah satu anggotanya, namun semacam kehilangan "ruh" #TetralogiPram

5 tahun lamanya Minke di tempat pembuangan, setelah balik dari pembuangan, semuax berbh 180 derajat. #TetralogiPram

Aset2 yang dimilikinya di ambil oleh pemerintah hindia belanda, kemudian melelangnya #TetralogiPram

Segala hal yang ia pnya sdah tdak lagi tangannya, #TetralogiPram

Akhirnya beliau pun jatuh sakit, dan ketika di bwa ke Dokter, dokter mnyampaikan penyaktinya tdk bisa disembuhkan #TetralogiPram

Karena saat itu Dokter pun telah mendapatkan ancaman dari seorang totok Eropa #TetralogiPram

Akhirnya Raden Mas Minke pun meninggal dunia. Namun karyany tetap hidup, abadi sampai kapanpun Wassalam.  #TetralogiPram

Kultweet @Fhyiir 22/12/2014

Tuesday, December 16, 2014

Enaknya Bersepeda



Lihatkan gambar sepeda di atas itu. Keliahatannya parah banget kan?? Eits,, tapi jangan salah sepeda itu telah bersama-sama dengan saya yang sudah hampir 3 tahun ini. Telah membantu saya beraktivitas sehari-hari. Sudah hampir 3 tahun ini saya beraktivitas ke kampus dengan menggunakan sepeda. Bersepeda memang enak, asyik, makin sehat, pokoknya banyak banget deh... nah untuk itu saya ingin share apa-apa aja yang saya dapatkan ketika saya bersepeda.

1. Tubuh Semakin Sehat
Banyak artikel-artikel yang telah berbicara soal manfaat bersepeda bagi kesehatan hal ini berdasarkan studi yang telah dilakukan, diantaranya :  Cepat membakar kalori, Otot menjadi kuat, dapat mencegah penyakit jantung, meningkatkan kekebalan tubuh, turunkan tekanan darah, dan tentunya masih banyak lagi. Namun disini yang saya merasakan sendiri yaitu otot kita menjadi kuat. Hal ini dikarenakan selama bersepeda sebagian besar otot kita diaktifkan. Otot kaki yang bertanggung jawab untuk mengayuh pedal sepeda; otot perut dan punggung menstabilkan tubuh di sepeda dan bantalannya dari pengaruh ekdternal; dan sistem otot lengan dan bahu mendukung tubuh agar kuat memegang setang sepeda. Semua pelatihan dan pengencangan sistem otot ini, membuat otot semakin kencang dan mampu berfungsi secara efisien.
2. Mengurangi polusi.
Saat ini bukan hanya di kota-kota besar indonesia melainkan di kota-kota kecil juga pemerintah mempunyai program car free day, yang mana gunanya untuk mengurangi polusi yang terjadi di dalam kota, jadwal car free day ini biasanya setiap hari minggu. Coba kita bayangkan kalau setiap hari kita bersepeda otomatis kita telah berkontribusi untuk membantu pemerintah mengurangi polusi terjadi di dalam kota.
3. Diistimewakan ketika di jalan raya.
Teman-teman yang pengguna sepeda tentunya sudah merasakan saat di jalan raya gimana kita di hargai oleh para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, bahkan di tempat-tempat tertentu sering kita melihat sejenis papan iklan yang tertulis “prioritaskan pengguna sepeda” diistimewa bukan?
4. Tidak perlu mentaati aturan lalulintas.
Berbeda dengan motor atau mobil, harus punya STNK, SIM pokoknya banyak deh embel-embelnya, bersepeda tidak harus mempunyai itu, bahkan misalnya ditempat larangan pun kita bisa terobos. Asalkan matanya harus melihat sana-sini jangan sampai di tabrak bisa masuk rumah sakit, syukur-syukur kalau masih sempat di bawa ke rumah sakit . :D
5. Menghemat Energi
Bersepeda juga kita telah membantu program pemerintah yaitu untuk menghemat energi, kenapa? Karena bersepeda tidak sedikitpun menggunakan BBM (sudah pasti :D). Ingat bahwa cadangan energy kita semakin hari semakin berkurang. Dan bahkan di prediksi tahun 2045 cadangan energy (minyak mentah) kita akan habis. Mungkin dengan bersepeda kita membantu memperlambat sambil para ilmuwan dan pemerintah berpikir bagaimana cara agar ada pengganti energy (baca: Minyak).
6. memperlambat tipis isi dompet
Bersepeda tentunya lebih hemat jika di bandingkan dengan motor, kalau motor yah tiga hari ngisi bensin, sebulan ganti oli, setiap tahun bayar pajak. Belum lagi ada alat-alat yang sudah seharusnya diganti, tentunya cukup boros bukan?. Tapi kalau sepeda ngga ada tuh semua pengeluaran terkait hal itu. Paling Cuma nambah angin atau ada alat-alat sepeda yang rusak barulah duit kita keluarkan untuk membeli alat tersebut.
Nah itu mungkin beberapa manfaat yang saya dapatkan, namun sekali lagi jika jaraknya terlalu jauh jangan memaksakan diri, gunakanlah fasilitas yang telah ada. Ini hanya pendapat pribadi.

So, mari kita bersepeda.